Aktivitas Gunung Merapi Minggu 10 Juli 2022 Pagi Ini: Ada 7 Kali Guguran Lava Pijar ke Barat Daya
Merapi juga tercatat mengalami 22 gempa guguran, satu kali gempa hybrid atau fase banyak, dan dua kali gempa tektonik jauh.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta terpantau meluncurkan 7 kali guguran lava pijar pada Minggu (10/7/2022).
Hal itu merupakan hasil amatan BPPTKG Yogyakarta sepanjang pukul 00.00-06.00 WIB.
Merapi juga tercatat mengalami 22 gempa guguran, satu kali gempa hybrid atau fase banyak, dan dua kali gempa tektonik jauh.
"Teramati guguran lava pijar 7 kali dengan jarak luncur maksimum 2000 meter ke barat daya," terang Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso.
Hasil amatan lain menunjukkan adanya asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 30-50 m di atas puncak kawah.
Adapun cuaca di sekitar Merapi selama enam jam terakhir terpantau cerah.
"Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 12-17 °C, kelembaban udara 65-90 persen, dan tekanan udara 655-687 mmHg," katanya.
Dari hasil pengamatan tersebut maka tingkat aktivitas Gunung Merapi adalah level III atau Siaga.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," terangnya. (*)