Shinzo Abe

Shinzo Abe: Mantan PM Jepang dengan Gaya Kepemimpinan ala AS, Begini Ceritanya

Berikut cerita Michael Green, rekan kerja Shinzo Abe, tentang bagaimana gaya kepemimpinan Shinzo Abe dan perannya bagi Jepang dan dunia.

Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Joko Widiyarso
Franck ROBICHON / POOL / AFP
Mantan PM Jepang Shinzo Abe 

TRIBUNJOGJA.COM - Dunia gempar dengan kabar meninggalnya mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe usai tertembak di Kota Nara, Jumat (7/8/2022).

Lantas, bagaimanakah sosok Shinzo Abe di mata rekan kerjanya? Bagaimana kisah perjalanan kepemimpinan Shinzo Abe?

Dikutip Tribunjogja.com dari wawancara National Public Radio (NPR) Amerika Serikat (AS), dengan Michael Green, rekan kerja Shinzo Abe, Jumat (8/7/2022) waktu setempat, berkikut kisah gaya kepemimpinan Shinzo Abe selama menjabat jadi PM Jepang 2006-2007 dan 2012-2020.

“Dia (Shinzo Abe), ketika menjadi PM Jepang, menciptakan sesuatu yang (mungkin akan) Anda sebut sebagai gaya kepemimpinan Presiden AS,” ujar Michael Green, CEO Pusat Studi AS di Universitas Sydney yang sering bekerja dengan Shinzo Abe.

“Dia (Shinzo Abe) menciptakan Dewan Keamanan Nasionalnya sendiri, seperti Gedung Putih Amerika. Dia benar-benar menerapkan gaya kepemimpinan top-down yang baru bagi Jepang,” kata Michael Green yang juga merupakan mantan staf di Dewan Keamanan Nasional AS di bawah George W. Bush.

Saat diwawancarai NRP, Michael Green juga bercerita bahwa Shinzo Abe patuh menjalankan misinya untuk Jepang.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe melepas masker wajahnya pada awal konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo pada 28 Agustus 2020. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan pada 28 Agustus 2020 ia akan mengundurkan diri karena masalah kesehatan, di sebuah perkembangan besar yang memulai kontes kepemimpinan di ekonomi terbesar ketiga di dunia.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe melepas masker wajahnya pada awal konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo pada 28 Agustus 2020. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan pada 28 Agustus 2020 ia akan mengundurkan diri karena masalah kesehatan, di sebuah perkembangan besar yang memulai kontes kepemimpinan di ekonomi terbesar ketiga di dunia. (Franck ROBICHON / POOL / AFP)

Baca juga: SHINZO ABE di Mata Rekan Kerja, Sosok yang Hangat dan Loyal pada Teman, Tapi Keras pada Musuh

“Dia mampu melakukannya (menciptakan Dewan Keamanan Nasional sendiri) karena di seluruh birokrasi dan politik, dia menciptakan kesetiaan dan kepatuhan yang nyata pada visinya,” kata Michael Green.

“Seperti yang disampaikan (Shinzo Abe) di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) 10 tahun yang lalu, Jepang kembali, dan visinya untuk menempatkan Jepang di peta geopolitik terus menjadi pandangan utama di Jepang,” tutur Michael Green.

Ia menilai bahwa warisan dari Shinzo Abe untuk Jepang sangat besar.

“Saya pikir warisannya (Shinzo Abe untuk Jepang) sangat mendalam,” katanya.

“Dan jujur saja, pada saat AS kurang yakin dengan pijakannya sendiri, ketika Presiden Trump keluar dari Kemitraan Trans-Pasifik sebagai pakta perdagangan utama Asia, Shinzo Abe melangkah masuk dan mempertahankannya dan (dia) mendesak AS untuk kembali,” beber Michael Green.

Menurutnya, saat menjabat sebagai PM Jepang, Shinzo Abe juga membawa kedamaian dan menyatukan para pemimpin Eropa, Kanada, dan Amerika.

Baca juga: Akie Abe Setia Dampingi Suami, Duduk di Samping Jenazah Shinzo Abe yang Dibawa ke Rumah Duka

“Ketika pemerintahan Trump berperang dengan Eropa di KTT G-7, Shinzo Abe adalah pembawa damai, (dia) menyatukan para pemimpin Eropa, Kanada, Amerika,” ungkap Michael Green.

“Dia benar-benar melangkah untuk memperkuat tatanan internasional, tatanan liberal, yang dibantu dibangun oleh AS, ketika China dan Rusia menegaskan diri mereka sendiri dan ketika AS kurang pasti dengan arah pijakannya,” kata Michael Green.

“Saya pikir, mereka yang berada di pemerintahan Trump dan Biden, yang pernah bekerja dengan pemerintah Jepang semasa Shinzo Abe menjabat sebagai PM, akan sangat menghargai dan mengingatnya sekarang,” pungkas Michael Green.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved