Berita Kota Yogya Hari Ini

Pedagang Minyak Goreng Curah di Kota Yogyakarta Sebut Konsumen Keluhkan Penggunaan PeduliLindungi

Para pengecer minyak goreng curah di Kota Yogyakarta mengaku keberatan dengan kebijakan pembelian berbasis aplikasi PeduliLindungi . Meski saat ini ma

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para pengecer minyak goreng curah di Kota Yogyakarta mengaku keberatan dengan kebijakan pembelian berbasis aplikasi PeduliLindungi .

Meski saat ini masih tahap sosialisasi, mereka sudah mendapat banyak sekali keluhan dari para pelanggan tetap.

Salah satu pengecer minyak goreng curah di Pasar Kranggan , Haryati menyampaikan, walaupun belum diterapkan, dirinya mulai memberitahu para pembeli, terkait wacana kebijakan tersebut.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Segera Terapkan Pembelian Minyak Goreng Curah Berbasis PeduliLindungi

Otomatis, respons keberatan lebih mendominasi, meski ada pula yang legowo.

"Jujur, merasa keberatan, karena pembeli kami mengeluh, ya, mau beli minyak saja harus pakai aplikasi ( PeduliLindungi )," cetusnya, Minggu (3/7/2022).

Meski demikian, ia mengapresiasi jajaran Pemkot yang lebih dulu menggulirkan sosialisasi secara rinci, sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

Termasuk, mengenai antisipasi, jika ada pembeli yang tak memiliki aplikasi PeduliLindungi , karena keterbatasan pada gadget.

"Anjurannya dari pemerintah memang pakai aplikasi. Tetapi, selain PeduliLindungi , bisa juga pakai NIK di e-KTP. Nah, itu saya rasa jadi solusi untuk pembeli, walaupun pedagang harus mencatat," ucapnya.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Nantikan Jawal Resmi Piala Indonesia 2022

Lebih lanjut, terkait aturan baru yang membatasi pembalian per hari maksimal 10 kilogram, Haryati menganggap cukup mempersempit ruang gerak pedagang.

Sebab, selama ini, banyak konsumennya, khususnya kalangan usaha, yang membeli lebih dari batasan.

"Kebutuhan pembeli kita bervariasi, kan ada dari kalangan rumah tangga, atau buat usaha, UKM kuliner. Kalau itu, yang usaha, 10 kilogram sampai," katanya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved