Berita Kulon Progo Hari Ini
Pedagang dan Pembeli di Pasar Kulon Progo Keberatan Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi
Pedagang dan pembeli minyak goreng curah di Pasar Tradisional Kabupaten Kulon Progo merasa keberatan jika wacana pembelian minyak goreng curah
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pedagang dan pembeli minyak goreng curah di Pasar Tradisional Kabupaten Kulon Progo merasa keberatan jika wacana pembelian minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindungi bakal diterapkan.
Pedagang minyak goreng curah di Pasar Wates, Era menyatakan tidak setuju jika aplikasi PeduliLindungi digunakan untuk pembelian migor curah karena dirasa tidak praktis.
Sebagai pedagang, dirinya tidak hanya melayani penjualan minyak goreng curah melainkan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Baca juga: Khawatir, SPBU Soal Pembelian Pertalite via My Pertamina: Kalau Sepeda Motor Antrenya Panjang
"(penggunaan aplikasi PeduliLindungi ) ribet. Kalau pagi banyak pembeli pada antre di warung. Semuanya minta dilayani cepat. Sementara yang jaga hanya 2 orang. Kalau pakai aplikasi takutnya pembeli pada kabur," katanya saat ditemui di Pasar Wates, Kamis (30/6/2022).
Ia menyebut masyarakat sekarang ini banyak yang beralih ke migor curah dibandingkan minyak goreng curah kemasan usai harganya berangsur normal, yakni Rp 14.500 per liter.
Rata-rata ia bisa menjual migor curah sekitar 18 jeriken per hari.
"Sekarang nyarinya juga mudah. Tinggal telepon kemudian dianter sama penyedia migor curah ke warung," ucapnya.
Ditemui di lokasi yang sama, pembeli minyak goreng curah curah , Nani Suryani merasa rencana pembelian minyak goreng curah curah dengan aplikasi PeduliLindungi akan menambah keribetan.
Sebab tidak setiap saat dirinya memegang ponsel karena penggunaannya bergantian dengan anaknya.
"Saya ke pasar tidak selalu bawa handphone. Bergantian sama anak. Harapannya pembelian minyak goreng curah normal tidak usah pakai aplikasi," ucapnya.
Baca juga: Penjelasan BMKG Soal Suhu Dingin yang Beberapa Hari Ini Terasa di DI Yogyakarta
Setiap hari, Nani bisa membeli sekitar 2-3 liter minyak goreng curah untuk menggoreng makanan.
"Saya bakul kecil gorengan yang diantarkan ke angkringan," katanya.
Senada pembeli lainnya, Puput malah belum mengetahui informasi terkait wacana pembelian minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
"Kalau pakai pasti ribet nantinya kalau buat ibu rumah tangga seperti saya. Karena belum punya aplikasi PeduliLindungi," ungkapnya. (scp)