Satu Becak Motor Nyaris Disambar Kereta Api Saat Nekat Terobos Perlintasan Sebidang Srowot Klaten
Pada rekaman CCTV yang viral itu, terlihat becak motor yang ditumpangi dua orang itu berusaha melintasi perlintasan sebidang
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebuah Becak Motor (bentor) berpenumpang yang mencoba menerobos perlintasan kereta api sebidang dekat stasiun Srowot Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah nyaris disambar kereta api.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (26/6/2022) sekitar pukul 13.00 WIB itu terekam melalui kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) dan beredar viral setelah diunggah sejumlah akun di media sosial Kabupaten Klaten.
Pada rekaman CCTV yang viral itu, terlihat becak motor yang ditumpangi dua orang itu berusaha melintasi perlintasan sebidang yang terdapat dua lajur kereta api.
Saat hendak menyeberang rel ke arah utara, tiba-tiba pengendara becak motor yang nekat menerobos palang perlintasan itu dikejar seorang pria yang memakai baju oranye.
Pria berbaju oranye itu menarik becak motor nekat itu ke belakang atau kembali ke arah selatan.
Tak berapa lama, sebuah kereta api melintas dari arah timur menuju ke barat.
Dua penumpang pun sempat turun dari becak motor itu.
Berdasarkan rekaman CCTV, juga terlihat satu penumpang sampai tersungkur saat hendak turun.
Beruntung pengemudi dan penumpang becak motor itu selamat dari sambaran kereta api.
Seorang warga sekitar, Febriyanto (34) mengatakan jika pengemudi becak motor tersebut diduga tidak menyadari jika ada dua kereta api yang melintas saat Minggu siang tersebut.
"Satu kereta dari arah Jogja menuju Solo atau barat ke timur, itu sudah lewat. Lalu bapaknya diduga tidak sadar ada dua kereta makanya nekat menerobos," ucapnya saat TribunJogja.com temui di lokasi kejadian, Senin (27/6/2022).
Menurutnya, biasanya warga yang melintas di dekat palang perlintasan kereta api sebidang dekat Stasiun Srowot itu tidak berani melintas jika palang perlintasan belum dibuka petugas.
"Biasanya itu pada tahu, sebelum dibuka nggak ada yang berani nyelonong. Itu pengemudi bentornya udah sepuh jadi nggak ada yang berani marahin," jelasnya.
Sementara itu, penjaga perlintasan Srowot, Januarius (30) membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Hanya saja, saat peristiwa itu terjadi dirinya sedang tidak bertugas.
"Informasinya betul ada kejadian itu, tapi saat itu saya sedang tidak bertugas. Jadi kurang tahu detailnya seperti apa," imbuhnya. (*)