Perang Rusia Ukraina
Jadi Juru Damai Perang Rusia-Ukraina, Jokowi Akan Temui Putin dan Zelensky
Joko Widodo akan temui Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky menjadi juru damai konflik Rusia-Ukraina
Dalam sejumlah rapat di AS, beberapa negara Barat juga sudah menunjukkan protes dengan walk out.
Presiden AS, Joe Biden, lantas mendesak Indonesia untuk mengajak Ukraina ke KTT G20 jika memang tetap ingin mengundang Rusia.
Di sisi lain, Jokowi juga sempat berkomunikasi langsung dengan Zelensky. Dalam perbincangan itu, Jokowi juga mengundang Zelensky untuk hadir ke KTT G20.
Terkait rencana Jokowi menemui Putin dan Zelensky, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD sebelumnya mengatakan rencana itu hal yang biasa.
"Ya itu agenda presiden. Saya kira apa masalahnya? Kan cuma mau ketemu," kata Mahfud di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/6).
Diplomasi damai
Sedangkan anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menilai rencana kunjungan kenegaraan Jokowi ke Ukraina dan Rusia merupakan hal positif bagi diplomasi damai Indonesia.
Hasanuddin menyebut kunjungan itu merupakan langkah sangat strategis karena dua hal. Pertama, kunjungan Jokowi diharapkan dapat meredakan ketegangan antara Ukraina dan Rusia yang akhir-akhir ini semakin meningkat.
"Setidaknya sudah 100 hari lebih terjadi konflik bersenjata antara kedua negara, dan belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir," kata Hasanuddin.
Kedua, kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan bagi solusi damai antara kedua negara.
Sebab, konflik Ukraina dan Rusia telah berdampak negatif bagi stabilitas harga komoditas seperti minyak mentah dan bahan pangan secara global.
Termasuk di Indonesia, harga beberapa bahan pangan seperti gandum atau minyak goreng mengalami kenaikan drastis.
Menurut legislator PDI Perjuangan itu, jika konflik tersebut tidak dicarikan jalan keluarnya secara damai dan semakin berlarut-larut, maka dunia akan jatuh kedalam krisis pangan global.
"Semoga agenda kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke kedua negara nanti dapat membuahkan hasil yang positif dan konkrit bagi Indonesia di tengah ancaman krisis pangan dan ekonomi global yang semakin terlihat didepan mata saat ini," pungkas TB Hasanuddin.(tribun network/ras/den/mam/dod)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Presiden-Jokowi-Tiba-di-Masjid-Gedhe-Kauman-Yogyakarta.jpg)