Berita Kota Yogya Hari Ini

Ratusan ASN dan CPNS Pemkot Yogyakarta Jalani Tes Urine untuk Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika

( ASN ) dan Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ), di lingkungan Pemkot Yogyakarta mengikuti tes urine untuk pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok Pemkot Yogyakarta
Rangkaian tes urine yang menyasar ratusan ASN dan CPNS Pemkot Yogyakarta , Rabu (22/6/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 500 orang Aparatur Sipil Negara ( ASN ) dan Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ), di lingkungan Pemkot Yogyakarta mengikuti tes urine untuk pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Adapun sasaran pemeriksaan tersebut, mencakup sekitar 10 persen dari jumlah keseluruhan perangkat daerah.

Kegiatan digulirkan selama tiga hari beruntun, 20-23 Juni 2022, di Grha Pandawa, Komplek Balaikota Yogyakarta.

Baca juga: Pengurus Perwosi DIY Periode 2022-2026 Resmi Dilantik

Kasi Pengendalian Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kota Yogya, Iva Kusdyarini, mengatakan, selaras Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020, pemerintah daerah diminta melaksanakan tes urine seluruh pegawai, via koordinasi BNN atau BNNK.

"Setiap Kepala Perangkat Daerah menyiapkan pegawai yang ditunjuk untuk mengikuti pemeriksaan ini, siapa saja ya, tidak ada syarat khusus. Tapi, ada pembatasan kuota, cuma 500 orang," tandasnya, Selasa (22/6/2022).

Dijelaskannya, alat tes yang digunakan adalah rapid test tujuh parameter untuk mendeteksi amphetamine (AMP), Methamphetamine (MET), Morphine (MOP), THC/Marijuana, Cocain (COC), Benzoidazepin (BZO), dan Carisoprodol (SOMA).

Baca juga: Pemberantasan Narkoba di Klaten Butuh Komitmen dan Kerjasama Semua Pihak

Iva menambahkan, setelah didapuk oleh kepala perangkat daerah, peserta dipersilakan datang di lokasi test, selaras jadwal yang sudah ditentukan. Setelahnya, peserta harus melakukan pendaftaran ulang dan wawancara.

Kemudian, peserta diarahkan untuk pengambilan sampel urine dan dilanjutkan memberikannya kepada petugas, untuk ditest dengan alat rapid test tujuh parameter.

''Hasil ini nantinya akan kami sampaikan ke pembina kepegawaian, atau Penjabat Wali Kota Yogyakarta, ya, Pak Sumadi," pungkasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved