Reshuffle Menteri Jokowi
Kata Pengamat Soal Reshuffle Menteri Jokowi: Sebaiknya Kurangi Kursi dari Parpol
Kata pengamat soal reshuffle kabinet yang harus dilakukan Jokowi adalah membatasi kehadiran perwakilan partai politik dalam koalisi.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Tribunjogja.com - Kabar reshuffle menteri Jokowi di Kabinet Indonesia Maju makin menguat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut-sebut akan melakukan perombakan menteri pada Rabu (15/6/2022) hari ini.
Kabar reshuffle menteri Jokowi yang berhembus sejak Maret 2022 tersebut juga dihembuskan sejumlah elite partai politik, seperti Muhaimin Iskandar dari PKB dan Zulkifli Hasan dari PAN.
Hanya saja, nyatanya Jokowi masih menahan adanya perombakan hingga saat ini. Meski begitu, memasuki bulan Juni isu reshuffle kembali menguat.
Presiden Jokowi sendiri sempat menyinggung soal reshuffle dalam sebuah pidatonya ketika geram terhadap kementerian/lembaga yang masih suka belanja produk impor. "Kementerian ya sama saja itu, tapi itu bagian saya, reshuffle sudah.
Heh saya itu (sebal), kayak gini enggak bisa jalan. Sudah di depan mata, uangnya ada, uang-uang kita sendiri, tinggal belanjakan produk dalam negeri saja sulit,” ujar Jokowi saat memberikan pengarahan secara virtual di acara Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia di Bali pada 25 Maret 2022.
Jika isu reshuffle kabinet benar-benar dilakukan apakah ini efektif?
Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) benar-benar melakukan reshuffle kabinet buat merespons situasi politik terkini, hal yang seharusnya dilakukan adalah membatasi kehadiran perwakilan partai politik dalam koalisi.
"Tak salah jika Presiden melonggarkan koalisi. Membatasi kehadiran mereka dalam kabinet," kata Ray saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/6/2022).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Praktikno sebelumnya juga memberikan tanggapan soal kabar yang beredar perihal perombakan kabinet. Kabar itu menyebutkan, perombakan kabinet akan dilakukan Presiden Jokowi pada 15 Juni 2022.
Saat itu, Pratikno menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti rapat di Komisi II DPR pada Kamis (2/6/2022). Dia tidak membantah ataupun membenarkan informasi reshuffle.
Baca juga: Reshuffle Menteri Jokowi: PAN Dapat Jatah Satu Menteri?
Hanya saja, Pratikno mengungkapkan, akan ada bocoran dari istana jika sudah ada jadwal pasti mengenai perombakan Kabinet Indonesia Maju. Adapun kabar mengenai perombakan kabinet sejatinya sudah mulai berembus sejak Maret 2022.
Salah satu partai yang diperkirakan akan mendapat kursi di Kabinet Indonesia Maju adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Sebab, PAN yang awalnya menjadi oposisi memutuskan mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin sejak 2021.
Ray berharap jika memang PAN akan mendapatkan kursi di kabinet, kursi kelompok independen sebaiknya tidak dikurangi. Menurut Ray, jika Jokowi memutuskan memasukkan PAN ke dalam kabinet juga merupakan pilihan yang ideal. Sebab, hal itu membuat Jokowi terkesan ingin menyenangkan para partai politik yang mendukungnya.
Di sisi lain, hal itu juga dikhawatirkan bisa menjadi bumerang menjelang tahun politik. Sebab, posisi menteri yang merangkap sebagai kader atau bahkan ketua umum partai politik dikhawatirkan memiliki benturan kepentingan dalam menjalankan tugas yang diberikan.
"Baiknya presiden justru mengurangi kursi kabinet dari parpol dan menambah jumlah kursi kabinet nonparpol. Sebab, komposisi yang ada saat ini saja pun sudah didominasi oleh anggota kabinet dari parpol. Dan kenyataannya, hanya merepotkan presiden dalam koordinasi," ucap Ray yang juga pendiri Lingkar Madani (LIMA).
Baca juga: Sumber Istana Sebutkan Dua Sosok Ini jadi Menteri Baru di Kabinet Indonesia Maju
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengumuman-nama-nama-menteri-kabinet-kerja-jilid-2-jokowi-makruf-amin.jpg)