Erwan Hendarwanto Beri Kesempatan Trial Bagi Eks Pemain Mataram Utama FC di Persekat Tegal

Erwan Hendarwanto akan memberikan kesempatan anak asuhnya di Mataram Utama FC musim lalu untuk mengikuti trial di Persekat Tegal.

Dokumentasi Asprov PSSI DIY
Pelatih Mataram Utama FC, Erwan Hendarwanto. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Erwan Hendarwanto akan memberikan kesempatan anak asuhnya di Mataram Utama FC musim lalu untuk mengikuti trial di Persekat Tegal.

Sebagaimana diketahui saat ini Erwan baru saja diresmikan menjabat pelatih kepala Persekat Tegal untuk mengarungi kompetisi Liga 2 2022 mendatang.

Pelatih yang sempat menangani PSIM Yogyakarta itu ditunjuk seusai hengkangnya juru taktik musim lalu, I Putu Gede ke PSMS Medan.

Baca juga: Pemprov Jateng Tampung Aduan Pedagang Candi Borobudur yang Keluhkan Izin Berjualan

"Kalau saya akan berikan mereka (pemain Mataram Utama FC musim 2021) kesempatan untuk trial di Persekat. Nanti di sana mereka tetap harus bekerja keras supaya bisa mendapat kontrak permanen," ujar Erwan, Senin (13/6/2022).

Keputusan Erwan melatih Persekat seiring dengan bergantinya nama Mataram Utama FC menjadi Nusantara United FC, setelah berhasil mendapat promosi ke Liga 2 tahun lalu. 

Kemudian perubahan tidak hanya terjadi di nama klub saja, melainkan membuat kepemilikan dan susunan manajemen tim berubah total, sehingga para pemain dan pelatihnya musim lalu belum tentu dipertahankan.

Bahkan dari kabar yang beredar, semenjak berganti nama, Nusantara United FC sudah memiliki kandidat pelatih dan pemain tersendiri dari pemilik barunya.

Selain itu tim yang baru diresmikan dalam kongres PSSI beberapa waktu lalu itu, kabarnya akan berpindah markas ke Salatiga.

Untuk itu, upaya Erwan memberikan kesempatan trial tersebut sebagai salah satu opsi mengikat dan mengembangkan pemain binaan asli Yogyakarta.

Apalagi jika melihat dari penampilan musim lalu ada sejumlah pemain yang memang mumpuni untuk tampil di Liga 2.

Sebut saja, Aruna Brama Siwi, Angga Setiawan, Harry Kusuma Silaban, Niko Sinurat, Deny Pangestu, Bagas Khairil, hingga M Ridhwan.

Dari beberapa pemain itu kabarnya saat ini tengah didekati sejumlah klub Liga 2 dan Liga 3.

"Saya memutuskan ke Persekat itu untuk mencari pengalaman baru. Toh pasti akan punya manfaat juga untuk persepakbolaan di DIY. Karena yang akan kita datangkan itu dari teman-teman kemarin dari Yogyakarta," jelas Erwan.

Meski resmi melatih Persekat, ternyata Erwan masih tetap berstatus sebagai Direktur Teknik Akademi Mataram Utama.

Ia akan menjalankan tugas sebagai Direktur Teknik dari jarak jauh, pasalnya saat ini kurikulum akademi Mataram Utama sudah resmi dibuat dan akan diluncurkan tanggal 26 Juni 2022 mendatang.

Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Dorong Program Mekaar untuk Lansia Kota Yogyakarta

"Pembinaan di akademi tetap berjalan. Karena kita sudah buat kurikulumnya dan sudah berjalan, jadi ketika saya ke Persekat tidak kacau, toh saya tidak perlu harus mengecek langsung tiap hari posisinya, kita bisa manfaatkan teknologi dari jarak jauh untuk mengontrol itu," ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Mataram Utama FC, Dessy Arfianto mengatakan senang mendengar kabar Erwan melatih Persekat Tegal. Pasalnya ia dan kolega memiliki prinsip jika semangat pembinaan sepak bola di Mataram Utama tidak hanya berfokus pada pemain saja.

"Sejak awal Mataram Utama sudah menjadi rumah bagi Coach Erwan, untuk itu jika ada tawaran untuk melatih Liga 2 maka itu bagus. Karena kita juga tidak hanya fokus dengan pengembangan pemain, tapi juga pemgembangan pelatih," ujar Dessy. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved