Berita Kota Yogya Hari Ini
Tahun Ini, Pemkot Yogya Siap Berangkatkan 8 Transmigran
Tujuan penempatan transmigran tahun ini berada di empat daerah, meliputi Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta Kalimantan Utara
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta bakal memberangkatkan delapan kepala keluarga (KK) ke sejumlah daerah untuk mengikuti program transmigrasi .
Rencananya, mereka akan berangkat pada Juli dan Oktober 2022.
Kabid Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta , Erna Nur Setyaningsih menuturkan, jumlah transmigran meningkat dibandingkan tahun 2021 lalu.
"Ya, 2021 kemarin hanya 5 kepala keluarga. Untuk yang 2022 ini, peserta berasal dari Ngampilan, Tegalrejo, Umbulharjo, Jetis, dan Gedongtengen," cetusnya, Selasa (7/6/2022).
Baca juga: Transmigrasi Jadi Cara Warga Kota Yogyakarta untuk Meningkatkan Kesejahteraan
Ia menilai, minat masyarakat untuk ikut serta transmigrasi pun cenderung tinggi.
Lalu, tujuan penempatan transmigran tahun ini berada di empat daerah.
Meliputi, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta Kalimantan Utara.
Program transmigrasi sendiri diawali dengan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada peserta, dengan tujuan memberikan informasi tentang manfaat, serta apa saja yang bisa diperoleh seandainya ambil bagian di dalamnya.
"Ya, KIE Transmigrasi ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat yang hendak meningkatkan taraf hidup di lokasi penempatan transmigrasinya nanti, ya," tambah Erna.
Dinsosnakertrans sendiri juga memberi pembekalan kepada calon transmigran yang terpilih.
Pelatihannya didominasi pertanian dan perkebunan.
Baca juga: Fokus Kesehatan dan Ekonomi, Pemkot Yogya Siapkan Anggaran Penanganan Covid-19 di APBD 2023
Selain itu, calon transmigran juga diberi pelatihan mengenai pengelolaan hasil panen.
"Harapannya, supaya disana mereka dapat memaksimalkan fasilitas yang telah disediakan," ungkapnya.
Kedepan, setelah para transmigran diberangkatkan, dari Dinsosnakertrans tetap ada monitoring. Idealnya satu tahun sekali dikunjungi, menyesuaikan anggaran.
Minimal, Pemkot melakukan monitoring jarak jauh, dengan berkomunikasi secara rutin dengan mereka.
"Sehingga, walaupun tidak bisa bertemu langsung, kami tetap bisa mengetahui perkembangan, serta hal-hal yang mereka alami," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kota-yogya_20180731_185714.jpg)