ADVERTORIAL

CV Dipantara Harapkan Poktan Gunungkidul Jaga Nilai Konservasi Tinggi Hutan

CV Dipantara membina sebanyak 50 kelompok tani (poktan) di Gunungkidul yang mengelola 14.842,61 hektare (ha) total lahan hutan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Konsultasi Publik yang dilakukan oleh CV Dipantara di Balai Kalurahan Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul pada Rabu (08/06/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - CV Dipantara menggelar Konsultasi Publik terkait Nilai Konservasi Tinggi hutan di Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul .

Kegiatan ini dilakukan pada Rabu (08/06/2022).

Asisten Manajer Internal Audit CV Dipantara , Sumijan mengatakan Konsultasi Publik ini sekaligus memaparkan hasil kajian yang dilakukan bersama pihak ketiga.

"Sebab pemaparan hasil kajian ini juga menjadi syarat untuk lolos audit sertifikasi FSC (Forest Stewardship Council)," jelasnya di Balai Kalurahan Kedungpoh.

Baca juga: Sosok Kartini Masa Kini, Inilah Sang Penjaga Hutan Adat di Gunung Kidul

Menurut Sumijan, pemaparan hasil kajian tersebut penting dilakukan.

Selain untuk memenuhi syarat, juga memberikan informasi ke masyarakat terkait pengelolaan hutan produksi secara tepat.

CV Dipantara sendiri membina sebanyak 50 kelompok tani (poktan) di Gunungkidul .

Total lahan hutan yang dikelola bersama puluhan kelompok ini luasnya mencapai 14.842,61 hektare (ha).

"Kajian kami lakukan bersama pakar di bidangnya agar hasilnya bisa sesuai," ujar Sumijan.

Ia mengatakan ada berbagai hal yang perlu diperhatikan poktan binaan dalam pemanfaatan hutan.

Pertimbangannya mulai dari kondisi sumber mata air hingga kearifan lokal yang mengikuti.

Salah satunya antara lain tidak menebang pohon yang dekat dengan sumber air dan situs budaya.

Termasuk memperbanyak tanaman yang mampu mengikat sumber air tersebut.

Baca juga: Pelestarian Hutan Wonosadi Berdampak pada Daerah Sekitar

"Jadi upaya-upaya ini perlu dilakukan untuk melindungi nilai konservasi tinggi tadi," kata Sumijan.

Ariyo Birowo, salah satu anggota tim peneliti yang digandeng CV Dipantara mengatakan ada berbagai sisi yang ikut diteliti.

Mulai dari sosial, budaya, hingga ekonomi masyarakat.

Ia menilai CV Dipantara perlu terus melakukan pendekatan dan sosialisasi ke poktan binaan, termasuk terus memonitor area dengan nilai konservasi tinggi.

"Upaya melindungi tersebut harus dilakukan bersama agar pengelolaan hutan bisa berkelanjutan," ujar Ariyo.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA
    Komentar

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved