PSIM Yogyakarta
Wawancara Eksklusif : PSIM Yogyakarta Promosi Harga Mati
PSIM Yogyakarta juga berencana untuk sedikit demi sedikit memenuhi syarat klub profesional sebelum akhirnya naik ke Liga 1.
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Targetnya tahun 2022 ini sudah dibangun, tapi belum bisa diselesaikan tahun ini. Mungkin tahun depan harus diselesaikan.
8. Lalu bagaimana persiapan PSIM Yogyakarta mengenai ikut pembinaan usia muda?
Prinsip kami tidak hanya PSIM Yogyakarta yang maju, tapi pembinaan pemain muda juga ikut maju.
Nah akademi ini sudah masuk ke rencana jangka panjang.
Tapi itu bertahap, tahun ini kita akan mulai dengan satu kelompok umur dulu.
Nanti kita akan proyeksikan untuk mengikuti kompetisi usia muda, mungkin Piala Soeratin. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Askot Yogyakarta.
9. Musim ini butuh modal berapa PSIM Yogyakarta hingga pertandingan pamungkas nanti?
Mungkin saya tidak akan menyebutkan angka detail, memang betul untuk mengelola satu tim perlu biaya besar setiap satu musim.
Setiap tim pasti beda, mungkin bisa mulai dari 10 Milyar atau bahkan lebih.
Lihat Dewa United, Persis dan Rans musim lalu bisa dicek berapa, harganya pasti fantastis.
Tapi budget kita tidak sefantasti itu, karena investasi itu harus dihitung jangan sampai kehabisan di tengah jalan.
Kita ingin jalankan tim ini dengan baik, dengan budget yang bijaksana dalam perencanaannya.
10. Apakah PSIM Yogyakarta sempat kesulitan mencari pemain karena efek dari tim 'sultan'?
Saya rasa soal ini tidak hanya dihadapi oleh tim Liga 2, tapi juga Liga 1.
Terus terang market pemain musim ini luar biasa, beberapa klub kesulitan untuk keep up bersaing mendapat pemain karena marketnya sudah tidak masuk akal.
Tapi kita menetapkankan market value yang wajar untuk pemain, tidak asal tawar harga, kita lihat worth tidak dengan harga itu?
Lihat juga sesuai kebutuhan atau tidak, setiap pelatih berbeda juga keinginannya.
11. Proses mencari pemain berpengaruh tidak dengan harga yang tidak masuk akal?
PSIM Yogyakarta sejak awal, berusaha mendapat pemain dengan value yang optimal. Makanya kita tidak jor-joran dengan label super star.
Jadi kita lakukan rekrutmen tetap kualitas diutamakan, tapi kewajar value pun kita pertimbangkan.
Sejauh ini rekrutmen tahun ini sudah sesuai dengan keinginan pelatih.
12. Bisa tidak PSIM Yogyakarta diklaim sebagai tim besar di Liga 2 yang sudah layak naik ke Liga 2?
Saya lebih senang PSIM Yogyakarta disebut tim solid, dan amat berpeluang naik ke Liga 1.
Mudah-mudahan pemain yang kami rekrut ini bisa berkontribusi optimal.
Karena pemain yang direkrut ini, memang belum terkenal, tapi sudah banyak diincar banyak klub.
13. Apa rencana jangka panjang PSIM Yogyakarta ?
Kita harus buat plan itu, terdekat untuk lima tahun ke depan dulu, belum bicara 10 tahun atau lebih.
Yakni kita ingin ada akademi, yang bisa menghasilkan at least pemain PSIM Yogyakarta , idealnya untuk pemain Timnas.
Kemudian bisa naik ke Liga 1, dan menjadi tim solid. Karena kita tidak mau ketika naik ke Liga 1 tapi terus turun lagi.
14. Sudah ada gambaran kalau semisal naik ke Liga 1?
Rencana training ground dan akademi itu adalah salah satu persiapan ketika kita naik ke Liga 1.
Ada juga lisensi klub dari AFC dan PSSI, dalam mengelola klub saat ini kita sudah mengarah ke sana, ada beberapa kriterianya, mulai dari football kriteria, finansial dan lega, Itu berusaha kita penuhi check listnya.
15. Ada yang mau disampaikan untuk suporter atau pecinta PSIM Yogyakarta ?
Harapannya suporter tahun ini terus mengawal PSIM, bisa berkritik yang turut membangun PSIM Yogyakarta .
Kita butuh, dan manajemen tidak bisa bekerja sendiri.
Masukan dari suporter merupakan acuan bagi manajemen untuk menjalankan tim, meski tidak semuanya.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Wawancara-Eksklusif-PSIM-Yogyakarta-Promosi-Harga-Mati.jpg)