PSIM Yogyakarta

Wawancara Eksklusif : PSIM Yogyakarta Promosi Harga Mati

PSIM Yogyakarta juga berencana untuk sedikit demi sedikit memenuhi syarat klub profesional sebelum akhirnya naik ke Liga 1.

Tayang:
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Taufiq Syarifudin
CEO PSIM, Bima Sinung Widagdo 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta akan memulai musim 2022 dengan target promosi ke Liga 1 .

Banyak yang menganggap tim berjuluk Laskar Mataram ini sudah layak untuk berkompetisi di kasta tertinggi Tanah Air.

Tetapi tentunya harus ada persiapan matang yang dilakukan manajemen untuk mencapai target tersebut.

Lalu sejumlah rencana disiapkan termasuk menyusun skuad baru yang dipercaya mampu membawa PSIM Yogyakarta naik kasta.

Kemudian PSIM Yogyakarta juga berencana untuk sedikit demi sedikit memenuhi syarat klub profesional sebelum akhirnya naik ke Liga 1.

Misalnya membuat training ground dan akademi.

Tribunjogja.com berkesempatan mewawancarai CEO PSIM Yogyakarta, Bima Sinung Widagdo, Kamis (2/6/2022), mengulas bagaimana persiapan PSIM Yogyakarta musim ini dan apa rencana jangka panjang untuk naik ke Liga 1.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Pastikan Gelar Latihan Perdana Musim 2022 Jumat Besok

1. Bagaimana target PSIM Yogyakarta di musim ini? Dengar-dengar mencanangkan target promosi ke Liga 1?

Tentu saja target promosi ke Liga 1 harus kita canangkan. Kita sudah terlalu lama tidak berpentas di kasta tertinggi. Kita lihat dari potensi dan suporter yang luar biasa dukungannya, sudah seharusnya target promosi dicanangkan.

2. Apa modal yang dimiliki PSIM Yogyakarta untuk meraih target promosi ke Liga 1?

Kaitannya dengan modal utama adalah persiapan tim, materi tim yang memang siap bersaing naik ke Liga 1. Memang tim ini dibentuk dengan materi yang siap untuk promosi.

Bisa dibilang materi pemain ini terbentuk dari pemain muda yang berpotensi, mungkin bukan pemain yang high profile, tapi mereka merupakan pemain penting di timnya sebelumnya.

Tentu saja pemain muda ini perlu dikawal pemain senior.

Kita juga tunjuk tim pelatih yang kita nilai punya kemampuan yang mumpuni untuk target tahun ini. Terus terang nama Imran Nahumarury itu ada dalam list nomor satu untuk menggantikan posisi Seto di PSIM Yogyakarta .

Kita tahu Seto sudah memutuskan untuk berkarir melatih tim Liga 1, dan itu kita tidak ingin halangi. Karena baginya itu sudah merupakan sebuah keputusan untuk karirnya.

Nah soal Imran ini adalah nama teratas, dan dia yang pertama kita dekati, sudah prioritas untuk kita datangkan.

Selain itu dia punya potensi, dia terhitung masih muda, track recordnya sebagai pemain nasional, dan sempat melatih di PSIS meski tak lama, tapi amat sangat baik.

Saya juga pastinya teliti dulu jika akan melakukan perekrutan, latar belakangnya segala macam.

3. Total pemain PSIM Yogyakarta musim ini akan ada berapa untuk mengarungi Liga 2 2022?

Untuk total skuad kita akan penuhi hingga 26 pemain, tambah dua pemain, nah dua pemain ini akan kita ambil dari pemain muda lokal.

Untuk saat ini sudah 20 kita umumkan, tapi kita sudah deal dengan 25 pemain, sisanya tinggal satu pemain yang masih kita cari.

Sambil berjalan, tim pelatih melihat di posisi mana yang benar-benar diperlukan.

Untuk posisi yang belum diumumkan pemainnya, ada bek kiri, kiper, sayap, dan striker, satu lagi yang kelima centre back.

4. Dari kelima pemain ini adakah yang sudah sering lalu lalang di kancah nasional?

Ada dari kelima pemain ini saya melihat, satu merupakan pemain masa emas usianya.

Ada juga mantan pemain Timnas Indonesia usia muda, ada juga pemain senior juga. Kita ingin semua pemain bisa diumumkan dalam akhir pekan ini.

5. Bagaimana kabar kompetisi Liga 2 saat mengikuti kongres PSSI?

Kabarnya Liga 2 akan dibagi ke dalam dua wilayah, kembali seperti sebelum pandemi.

.Tapi dari yang kami dengan akan dibagi tiga wilayah, karena ada 28 tim.

Terus arahnya sudah home away. Harapannya dalam dua pekan ini sudah ada keputusan dari pusat, karena kaitannya dengan strategi, budgeting, dan lainnya.

6. Bagaimana optimisme PSIM Yogyakarta di Liga 2 musim ini?

Melihat saingannya dengan tim yang degradasi tahun lalu memiliki nama besar, seperti Persipura dan Persela Lamongan.

Kami melihat banyak tim yang sebetulnya punya peluang untuk bersaing ke Liga 1.

Tentunya Persipura salah satu tim terbesar, bahkan di tingkat Asia mereka berprestasi, pastinya mereka punya ambisi langsung naik lagi.

Tapi selain Persipura, ada tim lain ada PSMS Medan, Semen Padang, Sriwijaya FC.

Apalagi tahun ini tidak ada tim dari Sumatera berada di Liga 1, pasti mereka akan berambisi tinggi.

Tapi kita fokus ke diri sendiri, siapkan tim sebaik mungkin.

Saya yakin dengan tim pelatih yang ada sekarang, bisa promosi ke Liga 1.

Saya rasa Coach Imran juga ditopang dengan tim pelatih yang baik. Kita lihat ada dua asisten tahun lalu, dan dua pelatih yang baru.

7. Musim depan sudah ada rencana untuk memilih stadion mana untuk berlatih atau home base?

Kalau home base tetap di Mandala Krida, tapi karena belum bisa bermain malam, kita akan coba ajukan di SSA Bantul.

Kalau latihan biasanya di Mandala atau Lapangan Kenari.

Selain itu kita juga sedang berencana berinvestasi untuk training ground, di Panggungharjo, Bantul.

Kita akan kelola dan kembangkan, yang penting standar dulu dengan fasilitas pendukungnya.

Prosesnya sudah sediakan masterplan, kita juga sedang izin ke gubernur.

Targetnya tahun 2022 ini sudah dibangun, tapi belum bisa diselesaikan tahun ini. Mungkin tahun depan harus diselesaikan.

8. Lalu bagaimana persiapan PSIM Yogyakarta mengenai ikut pembinaan usia muda?

Prinsip kami tidak hanya PSIM Yogyakarta yang maju, tapi pembinaan pemain muda juga ikut maju.

Nah akademi ini sudah masuk ke rencana jangka panjang.

Tapi itu bertahap, tahun ini kita akan mulai dengan satu kelompok umur dulu.

Nanti kita akan proyeksikan untuk mengikuti kompetisi usia muda, mungkin Piala Soeratin. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Askot Yogyakarta.

9. Musim ini butuh modal berapa PSIM Yogyakarta hingga pertandingan pamungkas nanti?

Mungkin saya tidak akan menyebutkan angka detail, memang betul untuk mengelola satu tim perlu biaya besar setiap satu musim.

Setiap tim pasti beda, mungkin bisa mulai dari 10 Milyar atau bahkan lebih.

Lihat Dewa United, Persis dan Rans musim lalu bisa dicek berapa, harganya pasti fantastis.

Tapi budget kita tidak sefantasti itu, karena investasi itu harus dihitung jangan sampai kehabisan di tengah jalan.

Kita ingin jalankan tim ini dengan baik, dengan budget yang bijaksana dalam perencanaannya.

10. Apakah PSIM Yogyakarta sempat kesulitan mencari pemain karena efek dari tim 'sultan'?

Saya rasa soal ini tidak hanya dihadapi oleh tim Liga 2, tapi juga Liga 1.

Terus terang market pemain musim ini luar biasa, beberapa klub kesulitan untuk keep up bersaing mendapat pemain karena marketnya sudah tidak masuk akal.

Tapi kita menetapkankan market value yang wajar untuk pemain, tidak asal tawar harga, kita lihat worth tidak dengan harga itu?

Lihat juga sesuai kebutuhan atau tidak, setiap pelatih berbeda juga keinginannya.

11. Proses mencari pemain berpengaruh tidak dengan harga yang tidak masuk akal?

PSIM Yogyakarta sejak awal, berusaha mendapat pemain dengan value yang optimal. Makanya kita tidak jor-joran dengan label super star.

Jadi kita lakukan rekrutmen tetap kualitas diutamakan, tapi kewajar value pun kita pertimbangkan.

Sejauh ini rekrutmen tahun ini sudah sesuai dengan keinginan pelatih.

12. Bisa tidak PSIM Yogyakarta diklaim sebagai tim besar di Liga 2 yang sudah layak naik ke Liga 2?

Saya lebih senang PSIM Yogyakarta disebut tim solid, dan amat berpeluang naik ke Liga 1.

Mudah-mudahan pemain yang kami rekrut ini bisa berkontribusi optimal.

Karena pemain yang direkrut ini, memang belum terkenal, tapi sudah banyak diincar banyak klub.

13. Apa rencana jangka panjang PSIM Yogyakarta ?

Kita harus buat plan itu, terdekat untuk lima tahun ke depan dulu, belum bicara 10 tahun atau lebih.

Yakni kita ingin ada akademi, yang bisa menghasilkan at least pemain PSIM Yogyakarta , idealnya untuk pemain Timnas.

Kemudian bisa naik ke Liga 1, dan menjadi tim solid. Karena kita tidak mau ketika naik ke Liga 1 tapi terus turun lagi.

14. Sudah ada gambaran kalau semisal naik ke Liga 1?

Rencana training ground dan akademi itu adalah salah satu persiapan ketika kita naik ke Liga 1.

Ada juga lisensi klub dari AFC dan PSSI, dalam mengelola klub saat ini kita sudah mengarah ke sana, ada beberapa kriterianya, mulai dari football kriteria, finansial dan lega, Itu berusaha kita penuhi check listnya.

15. Ada yang mau disampaikan untuk suporter atau pecinta PSIM Yogyakarta ?

Harapannya suporter tahun ini terus mengawal PSIM, bisa berkritik yang turut membangun PSIM Yogyakarta .

Kita butuh, dan manajemen tidak bisa bekerja sendiri.

Masukan dari suporter merupakan acuan bagi manajemen untuk menjalankan tim, meski tidak semuanya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved