Berita Sleman Hari Ini

Desa Wisata di Sleman Didorong Punya Keunikan dan Ciri Khas 

Dinas Pariwisata Sleman mendorong kepada pengelola desa wisata, di momen kebangkitan pariwisata ini, supaya bisa menampilkan keunikan dan ciri khas.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Sejumlah wisatawan sedang mencoba paket jelajah wisata pedesaan menggunakan kendaraan VW di Desa Ekowisata Pancoh, Girikerto, Turi beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Setelah dua tahun vakum akibat dihantam pandemi Coronavirus Disease-2019 (Covid-19), kunjungan wisatawan ke sejumlah desa wisata (dewi) di Kabupaten Sleman kini perlahan mulai kembali menggeliat.

Karena itu, Dinas Pariwisata Sleman mendorong kepada pengelola desa wisata, di momen kebangkitan pariwisata ini, supaya bisa menampilkan keunikan dan ciri khas masing-masing.  

"Kami terus mendorong masing-masing desa wisata untuk mempunyai keunikan dan ciri khasnya sendiri-sendiri dalam memberikan layanan dan atraksi kepada tamu-tamunya," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman , Ir.  Suparmono, Minggu (29/5/2022). 

Menurut dia, hasil monitoring yang dilakukan dibeberapa desa wisata di Kabupaten Sleman , pihaknya menemukan sejumlah desa wisata sudah menerima tamu dengan jumlah yang relatif cukup besar.

Baca juga: KORMI Sleman Bentuk Rintisan Desa Wisata dan Budaya di Daratan III

Bahkan, desa-desa wisata yang sebelumnya belum ada kunjungan, saat ini telah menerima kedatangan tamu meskipun dari kelompok-kelompok kecil.

Aktivitas di desa wisata, kata dia perlahan mulai pulih.

Beberapa desa wisata mulai ramai kunjungan seiring kasus covid-19 yang kian melandai.

Namun demikian, Dinas Pariwisata tetap menekankan kepada para pengelola supaya tetap menerapkan protokol kesehatan secara proporsional dengan memperhatikan daya tampung dan layanan desa wisata

"Kami juga minta tetap mengenakan masker saat berada dalam ruangan," tuturnya. 

Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas SDM dan Kelembagaan Dinpar Sleman , Muhari mengatakan, beberapa desa wisata di Kabupaten Sleman terpantau sudah mulai menambah atraksi wisata untuk menarik minat pengunjung.

Seperti misalnya, Desa Ekowisata Pancoh di Girikerto telah menambah layanan tempat makan dan paket jelajah wisata pedesaan menggunakan kendaraan VW Safari. 

"Kemudian desa wisata jelajah alam Garongan juga menambah unit layanan tempat Ngopi dan bersantai untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan," kata dia. 

Baca juga: KORMI Sleman Bentuk Rintisan Desa Wisata dan Budaya di Daratan III

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata Dinpar Sleman , Nyoman Rai Savitri menyampaikan, pada momen libur panjang sebelumnya, hanya ada beberapa desa wisata yang banjir pesanan.

Tetapi pada liburan kali ini pengunjung yang datang sudah cukup merata.

Beberapa desa wisata bahkan mengalami peningkatan pengunjung. Ia menyebutkan, pada libur panjang sebelumnya, Desa Wisata Pulesari dikunjungi 943 wisatawan tetapi pada liburan ini, kunjungan sudah melebihi 1.000 wisatawan.

Begitu juga desa wisata Pentingsari, pada bulan Mei ini sudah mencatatkan pemesanan kegiatan wisata untuk total 1.357 pengunjung. 

"Desa wisata lainnya juga sudah mulai naik angka kunjungannya. Bahkan, beberapa di antaranya mengambil paket live in atau menginap," kata Nyoman.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved