Berita Kulon Progo Hari Ini
BKKBN Turunkan Angka Stunting di Kulon Progo Melalui Media Pewayangan dan Program DASHAT
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus berkomitmen menurunkan angka stunting di Kabupaten Kulon Progo .
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus berkomitmen menurunkan angka stunting di Kabupaten Kulon Progo .
Meski angka stunting di wilayah paling barat DIY ini telah mencapai target nasional 2024 yakni 14 persen.
Untuk mendukung pemerintah dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul, BKKBN melakukan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) terkait stunting melalui media pewayangan serta program dapur sehat atasi stunting (DASHAT).
"Melalui wayang, kita ingin penetrasi pemahaman stunting di lingkungan budayawan. Sehingga mereka bisa menjadi corong BKKBN melalui para seniman. Di samping kami melakukan sosialisasi melalui media sosial," kata Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN RI.
Baca juga: Bupati Klaten Minta OPD Maksimalkan Penggunaan Anggaran untuk Tekan Angka Stunting
Pagelaran wayang kulit digelar di Kompleks Sadewa, Sabtu (28/5/2022) kemarin malam.
Dimainkan oleh dalang Ki Anom Sucondro dengan lakon Semar Bangun Kayangan serta bintang tamunya Ciblek Sor Ser.
Mantan Bupati Kulon Progo menyampaikan, butuh energi untuk mengejar target penurunan stunting di Kulon Progo sekitar 9 persen di 2024.
Untuk itu, BKKBN merekrut tim pendamping keluarga (TPK) di tiap wilayah.
Penurunan angka stunting di bumi binangun juga dilakukan melalui program DASHAT.
Sekretaris Utama BKKBN RI, Tavip Agus Rayanto menjelaskan program DASHAT yaitu pemberian makanan berbasis lokal dari yang sebelumnya makanan pabrikan berupa roti ataupun biskuit.
Dipastikan menu lokal sudah melalui penilaian kadar gizi, protein sehingga anak-anak yang mengonsumsi jadi sehat.
Dalam pelaksanaannya, BKKBN menggandeng perguruan tinggi dan kelompok warga.
Ada 55 calon penerima bantuan di Dusun Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih.
Baca juga: Kepala BKKBN: Cegah Stunting Dimulai Dari Pengelolaan Sampah di Lingkup Keluarga
"Mereka akan mendapatkan uang Rp 10 ribu per hari selama 6 bulan. Penggunaan uang tidak langsung diterima tetapi diolah kemudian diberikan dalam bentuk makanan," terang Tavip.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/BKKBN-Turunkan-Angka-Stunting-di-Kulon-Progo-Melalui-Media-Pewayangan-dan-Program-DASHAT.jpg)