Berita Kulon Progo Hari Ini

BKKBN Turunkan Angka Stunting di Kulon Progo Melalui Media Pewayangan dan Program DASHAT

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus berkomitmen menurunkan angka stunting di Kabupaten Kulon Progo . 

Tayang:
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo saat menghadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka KIE Stunting di Kompleks Sadewa, Sabtu (28/5/2022) kemarin malam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus berkomitmen menurunkan angka stunting di Kabupaten Kulon Progo

Meski angka stunting di wilayah paling barat DIY ini telah mencapai target nasional 2024 yakni 14 persen. 

Untuk mendukung pemerintah dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul, BKKBN melakukan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) terkait stunting melalui media pewayangan serta program dapur sehat atasi stunting (DASHAT). 

"Melalui wayang, kita ingin penetrasi pemahaman stunting di lingkungan budayawan. Sehingga mereka bisa menjadi corong BKKBN melalui para seniman. Di samping kami melakukan sosialisasi melalui media sosial," kata Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN RI.

Baca juga: Bupati Klaten Minta OPD Maksimalkan Penggunaan Anggaran untuk Tekan Angka Stunting

Pagelaran wayang kulit digelar di Kompleks Sadewa, Sabtu (28/5/2022) kemarin malam.

Dimainkan oleh dalang Ki Anom Sucondro dengan lakon Semar Bangun Kayangan serta bintang tamunya Ciblek Sor Ser. 

Mantan Bupati Kulon Progo menyampaikan, butuh energi untuk mengejar target penurunan stunting di Kulon Progo sekitar 9 persen di 2024.

Untuk itu, BKKBN merekrut tim pendamping keluarga (TPK) di tiap wilayah.

Penurunan angka stunting di bumi binangun juga dilakukan melalui program DASHAT.

Sekretaris Utama BKKBN RI, Tavip Agus Rayanto menjelaskan program DASHAT yaitu pemberian makanan berbasis lokal dari yang sebelumnya makanan pabrikan berupa roti ataupun biskuit. 

Dipastikan menu lokal sudah melalui penilaian kadar gizi, protein sehingga anak-anak yang mengonsumsi jadi sehat. 

Dalam pelaksanaannya, BKKBN menggandeng perguruan tinggi dan kelompok warga. 

Ada 55 calon penerima bantuan di Dusun Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih. 

Baca juga: Kepala BKKBN: Cegah Stunting Dimulai Dari Pengelolaan Sampah di Lingkup Keluarga

"Mereka akan mendapatkan uang Rp 10 ribu per hari selama 6 bulan. Penggunaan uang tidak langsung diterima tetapi diolah kemudian diberikan dalam bentuk makanan," terang Tavip. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved