Arti Mimpi
Mengapa Mimpi Terasa Sangat Nyata? Ternyata Begini Penjelasannya
Berikut penjelasan mengapa mimpi saat tidur terasa begitu nyata seperti benar-benar terjadi.
Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Yoseph Hary W
Sementara itu, bagian amigdala berhubungan dengan emosi, seperti rasa takut, misalnya. Nah, inilah sebabnya kita bisa mengalami mimpi buruk. Saat kita bermimpi, kita mampu memproses emosi yang kita rasakan.
Lebih lanjut, bagian talamus meneruskan informasi dari indra kita ke korteks serebral, yang menafsirkan dan memproses informasi.
Selama tidur non-REM, talamus tidak aktif, tetapi selama tidur REM, ketika kita bermimpi, talamus akan aktif.
Bagian ini mengirimkan gambar, suara, dan sensasi ke korteks serebral. Karena itu, kita bisa mendengar, merasakan, dan melihat dalam mimpi, seperti halnya saat kita sadar atau bangun.
Terakhir, bagian hippocampus memainkan peran penting dalam membentuk dan menyimpan ingatan baru. Bagian ini juga menghubungkan sensasi dan emosi dengan ingatan baru itu.
Semakin banyak kita bermimpi, semakin kuat dan meningkat pula ingatan kita.
Baca juga: Arti Mimpi Menjadi Buta, Pertanda Apakah?
Sementara itu, ada juga beberapa bagian otak yang paling tidak aktif saat kita bermimpi, yaitu bagian lobus frontal.
Untuk diketahui, bagian otak ini memungkinkan kita untuk memecahkan masalah, membantu kita menilai sesuatu, serta membantu segudang keterampilan kognitif.
Ketika bagian tersebut tidak aktif, maka wajar jika kita tidak bisa menilai secara logis hal-hal gila atau liar yang terjadi di mimpi kita.
Malahan, hal-hal tak masuk akal yang terjadi dalam mimpi justru terasa begitu nyata. Kita baru akan sadar kalau sudah bangun. (Tribunjogja.com/ANR)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-tidur-pexelsandrea-piacquaio-via-kompascom.jpg)