Arti Mimpi
Mengapa Mimpi Terasa Sangat Nyata? Ternyata Begini Penjelasannya
Berikut penjelasan mengapa mimpi saat tidur terasa begitu nyata seperti benar-benar terjadi.
Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Yoseph Hary W
Tahap 3 Non-REM disebut dengan tidur nyenyak atau deep sleep. Umumnya, seseorang akan sulit dibangunkan pada tahap ini.
Nadi dan napas menurun, otot sudah relaksasi, serta gelombang otak melambat.
Biasanya, Tahap 3 Non-REM atau deep sleep berlangsung 10 - 25 menit. Jika ingin bangun tidur dengan kondisi segar dan bugar, seseorang harus tidur sampai tahap ini.
Tahap 4 REM
Tahap 4 REM terjadi sekitar 90 menit setelah seseorang mulai tidur. Pada tahap ini, mata akan bergerak dengan cepat dari sisi ke sisi dalam posisi tertutup.
Napas meningkat dan tak teratur, kemudian nadi dan tekanan darah meningkat mendekati level sadar.
Pada tahap inilah biasanya ada mimpi yang muncul atau dialami seseorang, sebab otak menjadi lebih aktif di tahap REM.
Namun, otot lengan dan kaki seseorang akan mengalami paralisis atau kelemahan sementara untuk mencegah gerakan aktif saat seseorang bermimpi.
Tahap 4 REM menstimulasi area otak yang membantu seseorang dalam proses belajar. Seiring bertambahnya usia, tidur fase REM akan semakin berkurang.
Seorang bayi dapat menghabiskan 50 persen waktu tidurnya pada fase REM. Sedangkan orang dewasa bisa menghabiskan 20 persen waktu tidurnya untuk fase REM.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Tentang Kencing, Benarkah Pertanda Akan Datang Kabar Gembira?
Alasan mengapa mimpi terasa sangat nyata
Meskipun bermimpi mungkin terjadi pada setiap tahap atau fase tidur, tapi umumnya seseorang mengalami mimpi saat berada di Tahap 4 REM.
Menurut penelitian, orang akan mengingat mimpi yang lebih rumit dan jelas selama dalam fase tidur REM.
Ketika seseorang bermimpi, sebagian besar otak memang aktif. Namun, ada beberapa bagian otak yang lebih aktif daripada yang lain.
Bagian otak yang sangat aktif saat kita bermimpi adalah korteks visual, amigdala, talamus, dan hipokampus.
Hal tersebut menjelaskan mengapa kita dapat membayangkan, memvisualisasikan, dan merasakan hal yang sama saat kita terjaga (bangun) dan saat kita bermimpi.
Korteks visual, yang terletak di bagian belakang otak menjadi sangat aktif saat kita bermimpi. Ini memungkinkan kita untuk melihat orang-orang yang kita temui dalam mimpi atau merasa seperti kita bisa terbang.
Baca juga: 14 ARTI MIMPI Membeli Buku, Unik Namun Mimpi Ini Memiliki Pesan Penting untuk Anda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-tidur-pexelsandrea-piacquaio-via-kompascom.jpg)