Arti Mimpi

Mengapa Mimpi Terasa Sangat Nyata? Ternyata Begini Penjelasannya

Berikut penjelasan mengapa mimpi saat tidur terasa begitu nyata seperti benar-benar terjadi.

Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Yoseph Hary W
Pexels/Andrea Piacquaio
ilustrasi seseorang sedang tidur 

TRIBUNJOGJA.COM - Anda pasti sudah pernah bermimpi saat tidur, bukan? Apakah Anda pernah mengalami mimpi yang terasa begitu nyata?

Misalnya, Anda bermimpi sedang lari kencang, lalu terbangun dalam kondisi lelah dan penuh keringat?

Atau, Anda bermimpi sedang menangis, kemudian terbangun dalam kondisi masih menangis.

Terkadang mimpi yang kita alami saat tidur memang terasa begitu nyata, seakan-akan itu adalah kejadian sungguhan, bukan sekedar mimpi.

Baca juga: Arti Mimpi Bertemu Sahabat yang Menangis Tersedu-sedu, Pertanda Apa?

Sebagian besar emosi, sensasi, dan gambaran yang kita rasakan dan visualisasikan dalam mimpi adalah hal yang pernah kita alami di kehidupan nyata.

Karenanya, mimpi bisa terkesan sangat nyata seperti kejadian sungguhan. Itu terjadi karena saat kita berada di tahap tidur tertentu, ada bagian otak tertentu yang aktif, di mana bagian ini juga aktif saat kita sedang terjaga atau bangun.

Jika Anda masih bertanya-tanya, mengapa mimpi bisa terasa begitu nyata, berikut penjelasannya seperti dikutip Tribunjogja.com dari laman BrainFacts.org dan Itjen.kemdikbud.go.id.

Mengenal tipe dan tahapan tidur

ilustrasi seorang wanita sedang tidur
ilustrasi seorang wanita sedang tidur (Kompas.com)

Otak kita mengalami dua tipe dasar tidur, yaitu tidur non-REM dan tidur REM. Sebagai informasi REM adalah singkatan dari rapid eye movement.

Sementara itu, dikutip Tribunjogja.com dari laman resmi Itjen Kemendikbud, tahapan tidur seseorang punya empat tahap. Berikut urutannya:

Tahap 1 Non-REM

Tahap ini terjadi ketika mata kita mulai menutup. Saat mata mulai tertutup, terjadi perubahan kondisi dari sadar penuh ke tahap tidur. 

Umumnya Tahap 1 Non-REM berlangsung 5 - 15 menit. Pada tahap ini, seseorang masih mudah untuk dibangunkan dari tidur.

Pada tahap ini pula seseorang mulai mengalami penurunan aktivitas tubuh ketika nadi, napas, dan gerakan mata melambat, terjadi relaksasi otot, dan sesekali terjadi kedutan pada beberapa bagian tubuh.

Baca juga: Arti Mimpi Didatangi Kakek atau Nenek yang Sudah Meninggal, Benarkah Hanya Rindu?

Tahap 2 Non-REM

Tahap 2 Non-REM merupakan periode tidur ringan atau tidur sebelum seseorang menuju tahap tidur nyenyak (deep sleep). 

Pada tahap ini napas, nadi, dan otot akan melemah, suhu tubuh menurun, dan gerakan mata berhenti. 

Tahap 2 Non-REM umumnya berlangsung 10 - 25 menit. Namun, seseorang dapat menghabiskan banyak waktu untuk mengulang tahap kedua ini dibandingkan tahap lainnya.

Tahap 3 Non-REM 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved