Berita Kriminal Hari Ini
Update Kasus Miras Oplosan Maut, Satu Orang Masih Kritis di RSUD Prambanan
Hingga kini seorang warga berinisial W, berusia sekitar 25 tahun kondisinya masih kritis dan dirawat di RSUD Prambanan .
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com - Lurah Bokoharjo, Dody Heriyanto menyampaikan, hingga kini seorang warganya berinisial W, berusia sekitar 25 tahun kondisinya masih kritis dan dirawat di RSUD Prambanan .
W dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi kritis karena diduga mengonsumsi minuman keras oplosan.
"Kondisinya masih di RSUD, belum sadar," kata dia, Jumat malam.
Dody mengaku dilema.
Pihaknya ingin membantu biaya pengobatan.
Baca juga: Pasutri Penjual Miras Oplosan Maut di Sleman Nyaris Diusir Warga di Rumah Kontrakannya di Madurejo
Sebab, warga yang kritis ini berasal dari keluarga tidak mampu.
Tetapi, informasi yang diterima, korban dilarikan ke RSUD Prambanan dan sekarang dirawat di ICU karena diduga mengonsumsi minuman keras oplosan.
Bahkan, ada yang mengatakan, korban ikut bekerja di tempat tersangka di Madurejo.
Kendati demikian, Dody mengaku belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut, karena belum bertemu langsung dengan pihak keluarga.
Tetapi yang jelas, kata dia, kejadian korban Kritis dan dibawa ke RSUD Prambanan berbarengan dengan meninggalnya tiga orang di wilayah Berbah, akibat nenggak miras oplosan.
"Saya belum ketemu keluarganya. Dia ini benar kritis karena oplosan atau tidak. Tapi maaf, orangnya memang suka minum. Dia dibawa ke Rumah Sakit sejak ada ontran-ontran (di Berbah) itu. Apakah ikut (rangkaian itu) atau gak, kami belum tau pasti," kata dia.
Baca juga: Duet Maut Suami-Istri Warga Prambanan Racik Miras Oplosan, 3 Peminum Meninggal
Pihaknya mengaku akan mulai mengumpulkan informasi sejelas-jelasnya.
Termasuk, mengupayakan untuk dapat memberikan bantuan kepada keluarga korban.
"Pihak desa sudah mencoba bergerak lewat perangkat saya. Kami akan melihat kejadiannya, karena kan ada beberapa kriteria. Jika benar-benar karena oplosan, bisa dibantu apa nggak. Sekarang baru diusahakan," kata Dody.
Nantinya, jika memang tidak bisa dibantu oleh dana Kalurahan karena oplosan, maka pihaknya mengaku akan mengupayakan agar bisa membantu melalui saweran di tingkat rukun tetangga. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kom-ditinggal-rabi.jpg)