Berita Bisnis Terkini
Adanya PMK, Penjual Bakso Sapi Harus Beli Daging Sapi yang Bersertifikasi
Dalam memilih daging sapi untuk dikonsumsi harus membeli dari supplier atau pemasok bahan daging sapi yang bersertifikasi.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus penyakit mulut dan kuku ( PMK ) yang kian menyerang ternak sapi di Jawa Timur hingga DI Yogyakarta membuat penjual bakso sapi berharap daging sapi aman untuk dikonsumsi.
Penanggung Jawab Bakso Pajero, Fahrul Mahmudin (21), mengatakan dalam memilih daging sapi untuk dikonsumsi harus membeli dari supplier atau pemasok bahan daging sapi yang bersertifikasi.
"Sebenarnya, saya pribadi ada rasa khawatir juga dengan adanya penyakit PMK itu. Tetapi, kami juga mencari supplier yang bersertifikat. Jadi Insyallah danging sapi tersebut aman dikonsumsi," kata Fahrul, di Warung Bakso Pejero, Selasa (17/5/2022) sore.
Pada saat ini, pihaknya belum terdapat kendala dalam membeli daging sapi.
Baca juga: Menkominfo Harap Rancangan Paket Bali Jadi Sarana Pemulihan Pascapandemi Covid-19
Sebab, seberapapun stok daging sapi yang ia pesan selalu dipenuhi oleh suppiler.
"Untuk kuah bakso sapi bisa membutuhkan delapan kilogram daging sapi per hari. Tetapi, untuk bakso sapi saya kurang paham. Karena ketika supplier datang sudah berbentuk bakso sapi," paparnya.
Hal itu dikarenakan, sudah ada gudang khusus yang memproduksi bakso sapi.
Kendati demikian, Siti Khotimah (45), penjual daging sapi di Pasar Godean sekaligus istri dari Ketua Asosisasi Pedagang Daging Sapi Kabupaten Sleman, mengatakan daging sapi yang dijualnya aman untuk dikonsumsi.
"Insyallah aman. Dan kami kalau memotong sapi harus memilih sapi yang sehat," ucapnya.
Menurutnya, untuk sapi yang sehat para peternak sapi harus memperhatikan kebersihan kandangnya.
Katanya, khusus pemotongan sapi di Jagalan Giwangan akan diperiksa dulu oleh dokter hewan di dekatnya saat proses pemotongan sapi berlangsung.
Baca juga: Wabah PMK Meluas, Bulog DIY Hentikan Sementara Penyaluran Daging Kerbau
Biasanya, ia menyebut, sapi yang datang dari Kabupaten Kulon Progo maupun kabupaten lain di DIY akan diawasi atau diperiksa dahulu oleh beberapa petugas atau dokter hewan.
Begitu pula, paparnya, sapi yang dijual melalui blantik atau makelar hewan turut mengecek kesehatan sapi yang akan di per jual belikan.
Lanjutnya, adanya kasus PMK yang menyerang ternak sapi belum memberikan efek buruk terhadap jual beli daging sapi di tempatnya.
"Masih normal saja untuk jual beli daging sapi. Dan jumlah jual beli daging sapi mulai meningkat," jelasanya.
Ucapnya, hal itu disebabkan adanya pesta pernikahan yang mulai ramai pasca Idulfitri 2022.
Terangnya, untuk harga sapi saat ini pun mulai meningkat.
"Harga daging sapi untuk dijual kepada konsumen khusus kwalitas 1 sebesar Rp140.000 per kilogram dan kwalitas 2 sebesar Rp130.000 per kilogram," imbuhnya.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Adanya-PMK-Penjual-Bakso-Sapi-Harus-Beli-Daging-Sapi-yang-Bersertifikasi.jpg)