Wabah PMK Meluas, Bulog DIY Hentikan Sementara Penyaluran Daging Kerbau 

Adanya penghentian distribusi tersebut, berimbas pada ketersediaan daging kerbau di DIY yang kondisinya kian menipis. 

Tayang:
Tribun Jogja/ Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Hewan ternak yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Terpadu Pengasih, Minggu (15/5/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kanwil DIY menghentikan sementara proses pendistribusian daging kerbau di wilayah DI Yogyakarta. 

Hal ini menyikapi merebaknya wabah penyakit hewan foot and mouth disease atau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. 

"Kita masih menunggu keputusan dari pusat terkait penyaluran dan pendistribusian (daging kerbau). Setelah pemerintah melakukan proses uji klinik dan sebagainya nanti ada keputusan, baru nanti kita sebar kembali," terang Kepala Perum Bulog Kanwil DIY, Muhammad Attar Rizal, Selasa (17/5/2022). 

Kendati demikian, Attar menyebut bahwa proses impor komoditas daging kerbau terus berlanjut. 

Impor daging kerbau tersebut dipastikan aman karena telah melalui proses pengecekan yang ketat.

Pihaknya juga tak sembarangan mendatangkan daging kerbau

"Memang di beberapa wilayah PMK jadi sorotan. Tentunya kita juga melakukan impor yang sudah melalui tahapan baik di daerah awal maupun sampai di sini. Tahap itu sudah dilakukan baik saat loading dan pembongkaran ada double pemeriksaan" ujarnya. 

Adanya penghentian distribusi tersebut, berimbas pada ketersediaan daging kerbau di DIY yang kondisinya kian menipis. 

Terlebih menjelang Lebaran 2022 lalu, Perum Bulog DIY telah menyalurkan hampir seluruh ketersediaan daging kerbau kepada masyarakat luas. 

"Daging kerbau sedikit sekali karena kemarin pasca lebaran kita sudah salurkan jadi kita masih menunggu kelutusan pusat untuk mendistribusikan," bebernya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved