Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Joko Pinurbo Luncurkan Buku Berjudul Epigram 60

Epigram 60 bukanlah sebuah karya biasa, tapi merupakan buku yang istimewa karena diluncurkan bersamaan dengan ulang tahun Jokpin ke-60 pada 11 Mei ini

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ardhike Indah
Peluncuran buku Epigram 60 karya Joko Pinurbo di Toko Buku Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman No 54-56, Kota Yogyakarta, Senin (16/5/2022). 

Rasa senang itu juga dia tuangkan dalam buku Epigram 60 yang sudah bisa Anda beli di Gramedia .

Menurutnya, buku itu merangkum kebahagiaan dan semua kecenderungan tematik maupun teknik yang pernah dia lakukan di buku-buku sebelumnya.

“Jadi, ini buku yang wajib dimiliki karena hanya sekali saya berulang tahun ke-60,” kelakarnya.

Meski memperlihatkan kebahagiaan seorang Jokpin berusia 60 tahun, tapi penyair kelahiran 1962 itu enggan terjebak di romantisme Yogyakarta, tema yang sering ia kulik di ratusan karyanya.

Sisi-sisi getir dari kota ini pun dia gali lebih dalam dan dijadikan puisi, termasuk bagaimana polemik sampah, Upah Minimum Regional (UMR) rendah hingga harga tanah tinggi.

“Ironi, karena sebenarnya Yogya itu kadang menyebalkan. Banyak klitihnya, tata ruang tidak karuan, kadang lalu lintas semrawut, terakhir urusan pembuangan sampah bermasalah, tapi banyak orang kangen,” kata dia.

Jokpin kemudian menjelaskan, sebagai orang Yogyakarta, dia tidak tutup mata dengan problematika yang terjadi di daerah ini.

“Saya sudah memulai mengeksplor kegetiran Yogyakarta. Di buku Kepada Cium, ada juga semacam puisi meramalkan akan terjadi perubahan sosial, seperti munculnya kafe. Itu sudah teramalkan di puisi Surat dari Yogya, 15 tahun lalu,” terangnya.

Baca juga: Agus Noor dan Rieke Diah Pitaloka Berbagi Puisi Tentang Pandemi

“Tapi saya tetap cinta Yogya kog, mbok okeh klitih,” tambahnya sembari tertawa.

Di usia enam dekade ini, ternyata Jokpin juga sering mengalami overthinking saat membuat puisi

Ia berkelakar, jika boleh, dirinya ingin merevisi puisi-puisi yang pernah dia buat agar hasilnya bisa lebih bagus.

“Namun, buat apa? Bukunya sudah terbit. Daripada revisi karya yang tidak memuaskan, mending saya buat karya baru. Itu saya anggap semacam revisi terhadap karya yang saya tulis,” tambahnya.

Lantas, apa yang bakal dirilis Jokpin untuk proyek selanjutnya?

“Wah, saya belum memikirkan, tapi tahu-tahu jadi. Pasti saya masih berkarya,” ujarnya.

Dia pun berterimakasih kepada Gramedia Pustaka Utama yang menerbitkan Epigram 60 dan berharap 60 puisinya bisa menjadi karya yang menemani pembaca melewati hari-hari. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved