Puncak Peringatan Hari Kartini, Bupati Gunungkidul Tekankan Pentingnya Literasi Bagi Perempuan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menggelar acara puncak Peringatan Hari Kartini pada Kamis (12/05/2022). Adapun acara ini digelar

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Alexander Ermando
Bupati Gunungkidul Sunaryanta (kiri) memberikan penghargaan pada puncak peringatan Hari Kartini di Taman Budaya Gunungkidul, Kamis (12/05/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menggelar acara puncak Peringatan Hari Kartini pada Kamis (12/05/2022).

Adapun acara ini digelar di pendopo Taman Budaya Gunungkidul, Logandeng, Playen.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul Sunaryanta turut menyampaikan pesan pada para kaum perempuan.

Baca juga: Kabupaten Bantul Tuan Rumah Turnamen Tenis Detec International Junior Championship

"Kaum perempuan saat ini haruslah memiliki tingkat literasi yang tinggi," katanya.

Menurut Sunaryanta, tingkat literasi juga menunjang kemampuan kaum perempuan di tengah masyarakat.

Terutama untuk menjadikan mereka mandiri dan setara dengan kaum laki-laki.

Ia mengambil teladan dari Raden Ajeng (RA) Kartini. Sebab Kartini menjadi pelopor dan menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan pendidikan penting bagi kaum perempuan.

"Beliau sendiri juga yang turun untuk mengajar para perempuan agar mampu menulis hingga membaca," ujar Sunaryanta.

Terlepas dari itu, ia menilai kaum perempuan di Gunungkidul sudah terbilang maju. Terbukti banyak di antara mereka yang kini berkarir di berbagai sektor, baik di pemerintahan hingga swasta.

Sunaryanta pun mengatakan berbagai upaya dilakukan agar kaum perempuan Gunungkidul tetap berdaya. Antara lain lewat pengembangan di sektor UMKM hingga pariwisata.

"Saya harap para perempuan Gunungkidul terus berkembang, produktif, dan mampu bertahan di tengah perubahan zaman," katanya.

Rangkaian peringatan Hari Kartini di Gunungkidul sudah berjalan sejak April lalu. Adapun Asti Wijayanti ditunjuk sebagai Ketua Panitia Hari Kartini Kabupaten Gunungkidul.

Baca juga: Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Gelar Lomba Fotografi Dalam Tour De Kotabaru

Ia mengatakan salah satu kegiatan yang diinisiasi adalah Festival DAHSYAT, akronim dari Dapur Sehat Atasi Stunting. Pada saat bersamaan, digelar juga Bazaar Produk Kampung KB (Keluarga Berencana).

"Ada 36 kelompok kampung KB dari seluruh Gunungkidul yang ikut serta dalam festival ini," jelas Asti.

Menurutnya, Festival DAHSYAT digelar sebagai upaya edukasi pentingnya pemenuhan gizi untuk mengendalikan stunting.

Pemenuhan gizi bisa dilakukan dengan memanfaatkan bahan pangan dari lingkungan sekitar, yang murah dan mudah didapatkan. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved