Berita Bantul Hari Ini

Sampah Wisata di Pantai Parangtritis Capai 15 Ton

Tumpukan sampah tersebut tidak berdampak serius pada pencemaran lingkungan karena merupakan sampah kering. 

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Petugas mengumpulkan sampah di Pantai Parangtritis 

TRIBUNJOGJA.COM - ‎Penutupan akses jalan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan berdampak pada penumpukan sampah, tak terkecuali di kawasan wisata.

Seperti yang terjadi di Pantai Parangtritis , belasan ton sampah menumpuk.

Beruntung sampah yang menumpuk adalah sampah kering, sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Koordinator Unit Penglolaan Kegiatan (UPK) Sampah, Pantai Parangtritis , Bantul, Suranto mengatakan semenjak H-4 Lebaran pihaknya telah mengosongkan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di Pantai Parangtritis dan dikirim ke TPA Piyungan .

Baca juga: DLH Bantul Siapkan Kontainer untuk Tampung Sampah di Ruang Publik

Dengan demikian, sampah yang menumpuk sekarang adalah sampah libur Lebaran.

"Sekarang ada sekitar 15 ton sampah kering yang saat ini masih menumpuk di TPSS Pantai Parangtritis dan akan bertambah terus karena tidak bisa dibuang ke TPST Piyungan ," ujarnya Rabu (11/5/2022).

Ia menjelaskan bahwa ada dua organisasi perangkat daerah yang membantu dalam penanganan kebersihan objek wisata Pantai Parangtritis yakni Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). 

Dinas Pariwisata mengurusi sampah dari wisatawan di wilayah pantai di mana TPSS-nya berada di Mancingan Baru.

Sementara Dinas Lingkungan Hidup mengurusi sampah dari rumah tangga dan warung-warung yang berada di luar pantai, TPSS-nya di sekitar Gardu Action di kawasan Pantai Parangkusumo.

Meski saat ini sampah di TPSS yang dikelola oleh Dinas Pariwisata mencapai 15 ton, namun menurutnya tumpukan sampah tersebut tidak berdampak serius pada pencemaran lingkungan karena merupakan sampah kering. 

Sedangkan sampah yang di kelola Dinas Lingkungan Hidup adalah sampah rumah tangga yang akan busuk, menimbulkan bau serta munculnya lalat dan larva jika tidak segera dibuang ke TPST Piyungan

"Jumlah sampah yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup Bantul saya tidak hafal namun dipastikan ketika TPST ditutup akan menjadi masalah ketika sampah rumah tangga dan warung di Pantai Parangtritis tidak segera dibuang," imbuhnya.

Baca juga: Jalan Panjang dan Tahapan Pembangunan Pabrik Pengolahan Sampah di TPST Piyungan

Suranto mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemilahan sampah saat petugas mengumpulkan sampah di pantai.

Harapannya volume sampah dapat ditekan dan selesai di TPSS sehingga tidak perlu dibuang ke TPST Piyungan.

Selain itu menurutnya dengan adanya pemulung yang melakukan pemisahan sampah yang bernilai ekonomis di TPSS bisa mengurangi volume sampah di TPSS.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul , Ari Budi Nugroho menjelaskan volume sampah di destinasi wisata seperti Parangtritis misalnya, mengalami kenaikan 20-30 persen saat libur Lebaran kemarin. 

Diluar libur Lebaran, sampah-sampah di TPS Parangtritis diangkut dua hingga tiga kali setiap pekan tergantung volume sampah yang terkumpul.

Bila sekali angkut dibutuhkan satu truk yang mampu memuat 3-4 ton sampah, maka dalam sepekan setidaknya 12 ton sampah bisa diangkut dari kawasan Parangtritis

Maka dengan adanya libur Lebaran, jumlah sampah yang harus diangkut pun makin banyak. 

"Kalau biasanya tiga truk ini sampai empat truk, pengunjungnya kan membeludak to di Parangtritis," tambahnya.

Baca juga: Dinkes Bantul : Hati-hati dengan Penyakit yang Disebabkan karena Sampah

Tak hanya di destinasi wisata, volume sampah rumah tangga di kawasan pemukiman juga naik selama libur lebaran.

Banyaknya warga yang pulang kampung dan pekerja yang cuti menghabiskan waktu di rumah membuat volume sampah di pemukiman pun turut naik. 

Sementara itu, Koordinator Aksi Banyakan Bergerak, Herwin Arfianto, mengatakan bahwa warga terdampak TPA Piyungan pada Rabu  (11/5/2022) masih menutup akses jalan masuk ke TPA Piyungan.

"Masih (ditutup), sebelum ada kata sepakat kami belum akan buka," ujarnya. 

Pada hari itu juga pihaknya telah diundang pemerintah provinsi DIY untuk membahas terkait permasalahan yang dihadapi warga terdampak TPA Piyungan .( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved