Berita Bantul Hari Ini
Sampah Wisata di Pantai Parangtritis Capai 15 Ton
Tumpukan sampah tersebut tidak berdampak serius pada pencemaran lingkungan karena merupakan sampah kering.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul , Ari Budi Nugroho menjelaskan volume sampah di destinasi wisata seperti Parangtritis misalnya, mengalami kenaikan 20-30 persen saat libur Lebaran kemarin.
Diluar libur Lebaran, sampah-sampah di TPS Parangtritis diangkut dua hingga tiga kali setiap pekan tergantung volume sampah yang terkumpul.
Bila sekali angkut dibutuhkan satu truk yang mampu memuat 3-4 ton sampah, maka dalam sepekan setidaknya 12 ton sampah bisa diangkut dari kawasan Parangtritis.
Maka dengan adanya libur Lebaran, jumlah sampah yang harus diangkut pun makin banyak.
"Kalau biasanya tiga truk ini sampai empat truk, pengunjungnya kan membeludak to di Parangtritis," tambahnya.
Baca juga: Dinkes Bantul : Hati-hati dengan Penyakit yang Disebabkan karena Sampah
Tak hanya di destinasi wisata, volume sampah rumah tangga di kawasan pemukiman juga naik selama libur lebaran.
Banyaknya warga yang pulang kampung dan pekerja yang cuti menghabiskan waktu di rumah membuat volume sampah di pemukiman pun turut naik.
Sementara itu, Koordinator Aksi Banyakan Bergerak, Herwin Arfianto, mengatakan bahwa warga terdampak TPA Piyungan pada Rabu (11/5/2022) masih menutup akses jalan masuk ke TPA Piyungan.
"Masih (ditutup), sebelum ada kata sepakat kami belum akan buka," ujarnya.
Pada hari itu juga pihaknya telah diundang pemerintah provinsi DIY untuk membahas terkait permasalahan yang dihadapi warga terdampak TPA Piyungan .( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sampah-Wisata-di-Pantai-Parangtritis-Capai-15-Ton.jpg)