Mulai Besok, Observatorium Bosscha akan Gelar Pengamatan Bulan Sabit Muda Penentuan Lebaran 2022

Pengamatan bulan sabit muda ini sebagai penanda beralihnya bulan Ramadhan ke bulan Syawal atau penentu Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tim Laman | Nationalgeographic.co.uk
Ilustrasi : Bulan Sabit muda 

TRIBUNJOGJA.COM - Observatorium Bosscha akan menggelar pengamatan bulan sabit muda pada tanggal 28 April 2022 sampai 1 Mei 2022.

Pengamatan bulan sabit muda ini sebagai penanda beralihnya bulan Ramadhan ke bulan Syawal atau penentu Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Pengamatan bulan sabit muda oleh Observatorium Bosscha ditujukan untuk meneliti ambang visibilitas (kenampakan) bulan sebagai fungsi dari elongasi dan ketebalan sabit bulan.

Astronom sekaligus juru bicara Observatorium Bosscha Yatny Yulianti mengatakan, kegiatan pengamatan bulan ini juga dalam rangka rukyatul hilal bulan Syawal 1443 H.

"Rukyatul hilal dilakukan pada sore hari dan deteksi sabit bulan dilakukan setelah Matahari terbenam. Sabit yang tampak setelah Matahari terbenam ini disebut sebagai hilal," ungkap Yatny melalui keterangan resminya, Rabu (27/4/2022).

"Data hilal Syawal Minggu 1 Mei 2022 di Indonesia elongasi toposentris Bulan dan Matahari merentang antara 4,86° - 6,36° dan ketinggian toposentris Bulan merentang antara 3,54° - 5,42°," kata Yatny.

Pengamatan bulan ini dilakukan secara internal yang hanya dihadiri oleh staf Observatorium Bosscha dengan mematuhi imbauan agar tidak berkegiatan yang melibatkan banyak orang di suatu tempat selama pandemi.

Yatny menjelaskan, pengamatan bulan tersebut menggunakan sebuah teleskop berukuran 106 mm berjenis refraktor yang dilengkapi detektor kamera berbasis CCD.

Kamera itu menangkap citra yang kemudian diproses menggunakan perangkat pengolahan citra untuk meningkatkan tampilan sabit bulan.

"Data hilal Syawal Minggu 1 Mei 2022 di Indonesia elongasi toposentris Bulan dan Matahari merentang antara 4,86° - 6,36° dan ketinggian toposentris Bulan merentang antara 3,54° - 5,42°," papar Yatny.

Hasil dari perhitungan, pengamatan, dan penelitian tentang hilal ini nantinya akan disampaikan kepada pemerintah yang berwenang sebagai bahan masukan untuk sidang isbat.

"Masyarakat dapat mengakses data dan hasil pengamatan hilal di website Observatorium Bosscha," pungkasnya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bosscha Akan Lakukan Peneropongan Bulan Sabit Besok untuk Tentukan Hari Lebaran"

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved