Keraton Yogyakarta Gelar Simulasi Bencana Gempa Bumi

Rentetan peristiwa tersebut merupakan simulasi penanggulangan bencana yang digelar oleh Keraton Yogyakarta bersama BPBD DIY.

Tribunjogja/Yuwantoro Winduajie
Simulasi bencana gempa bumi di komplek Keraton Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter mendadak mengguncang DI Yogyakarta pada Selasa (26/4/2022) siang.

Gempa bumi berdurasi 30 detik itu membuat panik belasan abdi dalem yang tengah beraktivitas di Keraton Yogyakarta.

Mereka lari tunggang langgang menyelamatkan diri dengan berkumpul ke ruang terbuka, tepatnya di area Kamandungan Lor yang masih berada di dalam komplek Keraton Yogyakarta.

Meski gempa sudah berhenti, kepanikan kembali muncul mengingat adanya tiga abdi dalem yang masih terjebak di puing-puing bangunan seputaran Bangsal Trajumas.

Saat hendak dievakuasi, ketiganya mengalami luka parah pada bagian kepala, kaki, dan tangan sehingga harus memperoleh pertolongan pertama.

Mereka yang selamat bergegas memberi penanganan. Luka yang menganga dibalut dengan perban untuk menghentikan pendarahan.

Sedangkan luka patah tulang ditempel kayu serta dibalut menggunakan kain. Tujuannya agar luka patah tidak bertambah parah serta mengurangi rasa sakit yang dialami korban.

Rentetan peristiwa tersebut merupakan simulasi penanggulangan bencana yang digelar oleh Keraton Yogyakarta bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY.

Baca juga: Pernyataan Ganjar Pranowo Soal Kasus Tembok Bersejarah eks Keraton Kartasura

Baca juga: Jebolnya Benteng Peninggalan Keraton Kartasura, Digerus oleh Buldozer

Selain bertujuan meningkatkan kapasitas abdi dalem dalam menghadapi situasi bencana, juga untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2022 yang jatuh tiap 26 April.

"Abdi dalem terlibat semuanya mulai dari abdi dalem Krida Mardawa, Purakara, Puraraksa, Tepas Tanda Yekti dan abdi dalem Nitya Budaya," jelas Komandan Tanggap Darurat Keraton Yogyakarta Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Tirtawijaya ditemui di Kompleks Keraton, Selasa (26/4/2022).

Di Keraton Yogyakarta, lanjutnya, ada sejumlah lokasi yang dianggap sakral sehingga hanya abdi dalem tertentu yang boleh memasuki kawasan itu. Namun di tengah situasi bencana, Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X bisa saja memberlakukan pengecualian.

"Akses penanganan itu koordinasikan dengan Ngarso Ndalem selaku tuan rumah, akan koordinasi tim evakuasi yang boleh masuk dan tidak akan berikan dawuh. Kalau melihat situasi darurat, Ngarso Ndalem akan memilih abdi dalem atau internal untuk mengevakuasi daerah yang terlarang," tandasnya.

Sebelumnya pada 2006 lalu, gempa sempat mengguncang DI Yogyakarta yang membuat Bangsal Trajumas roboh. Selain itu sejumlah bangunan juga retak akibat getaran gempa bumi.

Tirtawijaya menuturkan, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Sebab, gempa terjadi pada pagi hari di mana aktivitas di kompleks keraton belum ramai. Selain itu, Bangsal Trajumas juga bukan merupakan lokasi berkumpulnya para abdi dalem.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved