Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Kapolda DIY Sebut Ada 3.775 Personel Gabungan Amankan Mudik 2022, Simak Jalur Alternatif Berikut Ini
Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar sudah membuat konsep Rekayasa Lalu Lintas untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik 2022.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar sudah membuat konsep Rekayasa Lalu Lintas untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik 2022.
Asep mengatakan, sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan sudah didirikan untuk memantau pergerakan pemudik.
Kapolda DIY menyebut, sebanyak 3.775 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan Idulfitri di DI Yogyakarta .
Personel itu terdiri dari anggota Polda DIY dan instansi terkait.
Baca juga: Remaja Korban Kecelakaan Truk di Simpang Tanjung Kalinegoro Magelang Ternyata Hendak Pergi Sekolah
"Menurunkan personel gabungan sejumlah 3.775 personel yaitu terdiri dari 1.933 personel Polri dan 1.843 dari instansi terkait. Dari Korem juga menyiapkan 3.000 personel on call ada di koramil termasuk di Kodim, di batalyon," kata Asep saat diwawancara, Senin (25/4/2022)
Dia mengatakan, polisi akan ditempatkan di pos pantau dan pos keamanan untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan memberikan pelayanan keamanan dan keselamatan bagi masyarakat.
"Petugas memberikan pelayanan untuk keamanan, keselamatan, ketertiban berlalu lintas sehingga nanti harapannya masyarakat bisa melaksanakan mudik atau dalam rangka arus balik dengan aman dan nyaman. Semua personel sudah disiapkan di pospam," tegasnya.
Selain persiapan personel, Polda DIY juga menyiapkan jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan yang ada.
Apalagi, diperkirakan akan ada 3,9 juta orang yang datang ke DI Yogyakarta selama libur Lebaran ini.
Berikut jalur alternatif yang telah disiapkan untuk mudik 2022 wilayah DI Yogyakarta .
Jalur pertama ada jalur Kulon Progo-Yogyakarta yakni mulai Sentolo-Nanggulan-Moyudan-Minggir-Tempel-Yogyakarta.
Jalur alternatif kedua adalah Kulon Progo Muntilan dimulai dari Klangon-Nangulan-Ngeplang Kalibawang-Muntilan-Magelang.
Jalur alternatif ketiga masuk DI Yogyakarta yakni jalur Wates-Bantul-Yogyakarta, dimulai dari Toyan Wates-Panjatan-Brosot-Srandakan-Pandak-Jalan Parangtritis-Ring Road-Yogyakarta.
Jalur Altenatif keempat yakni Yogyakarta-Bantul Wonosari, dimulai dari Kota Yogyakarta-Pleret-Imogiri-Panggang-Playen-Wonosari.
Jalur alternatif ke lima yakni jalur Sedayu-Piyungan-Klaten, dimulai dari Sedayu-Pajangan-Pandak-Bantul-Ring Road Selatan-Piyungan-Prambanan.
Terakhir Jalur alternatif masuk maupun keluar DIY yang keemam adalah Magelang-Solo yakni mulai Tempel-Turi-Pakem-Ngemplak-Kalasan-Prambanan-Klaten.
Baca juga: Sri Sultan Hamengku Buwono X Izinkan Masyarakat DI Yogyakarta Gelar Sholat Ied di Alun-Alun Selatan
"Jalur yang sudah ada dari Klaten di Jalan Solo maupun Magelang-Yogya kami juga menyiapkan alternatif, kami harapkan ini bisa sedikit mengurai kepadatan yang katanya menurut survei, kami akan kedatangan sekitar 3,9 juta orang ke Yogyakarta," katanya.
Sementara itu, untuk jalur wisata, Kapolda DIY mengatakan sudah menyiapkan sejumlah skema mulai dari memberlakukan satu arah hingga sistem buka tutup.
"Untuk mengantisipasi kemacetan jalur wisata segala alternatif akan kita lakukan. Konsep mungkin ada one way ada penutupan sementara pembukaan sementara dan sebagainya. Kita lihat situasi di lapangan mudah-mudahan lancar," pungkasnya. (hda)