Disdag Gunungkidul Tambah Kuota Migor Curah

Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul selama beberapa waktu terakhir rutin melakukan Operasi Pasar (OP) minyak goreng curah.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Warga menunjukkan minyak goreng curah yang didapat dari Operasi Pasar (OP) di Gunungkidul belum lama ini. Dinas Perdagangan setempat berupaya terus menggelar OP minyak goreng curah demi memenuhi permintaan dan mengatasi kelangkaan. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul selama beberapa waktu terakhir rutin melakukan Operasi Pasar (OP) minyak goreng curah.

OP ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan komoditas tersebut.

Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Disdag Gunungkidul Sigit Haryanto tak menampik ada peningkatan signifikan terhadap permintaan minyak goreng curah.

"Memang permintaan minyak goreng curah saat ini terbilang tinggi," kata Sigit pada Senin (25/04/2022).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak diimbangi dengan persediaan minyak goreng curah di pasaran.

Sebab komoditas ini terbilang langka meski harganya saat ini di kisaran Rp 14 ribu.

Sigit juga mengatakan OP minyak goreng curah dilakukan mengikuti permintaan yang tinggi tersebut.

Bahkan ia mengakui kuota yang disediakan di OP belum sepenuhnya mencukupi permintaan.

"Makanya kami tambah terus kuotanya, menyesuaikan permintaan," jelasnya.

Baca juga: Gelar Operasi Pasar, PKS Kota Yogya Gelontorkan 9 Ribu Liter Minyak Goreng Curah

Baca juga: Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng, Dunia Bakal Kalang Kabut?

Adapun pada OP minyak goreng curah tahap pertama pihaknya menyiapkan 8 ribu liter.

Angka ini kemudian berlipat ganda di OP tahap kedua jadi 19.200 liter minyak goreng curah.

Sigit belum bisa memastikan sampai kapan OP minyak goreng curah digelar. Namun sebisa mungkin kegiatan terus dilakukan hingga menjelang Lebaran ini.

"Harapan kami lewat OP ini, harga minyak goreng kemasan juga bisa turun dari yang saat ini," ujarnya.

Pelaksanaan OP minyak goreng curah oleh Disdag Gunungkidul berkoordinasi dengan tiap kalurahan yang jadi sasaran.

Pemerintah kalurahan kemudian membeli kuota minyak goreng curah yang tersedia, sesuai kemampuan dan permintaan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved