Berita Kota Yogya Hari Ini

Lakukan Intensifikasi Pangan, BPOM Yogyakarta Temukan 25 Sarana Kadaluarsa dan Kemasan Rusak

Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM Yogyakarta melakukan intensifikasi pengawasan pangan di DIY selama bulan Ramadan.

istimewa
logo BPOM 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM Yogyakarta melakukan intensifikasi pengawasan pangan di DIY selama bulan Ramadan.

Selain toko modern, ritel, swalayan, BPOM Yogyakarta juga menyasar pasar tradisional hingga pasar sore Ramadan

Kepala BPOM Yogyakarta , Dra Trikoranti Mustikawati Apt mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pengawasan pangan di DIY.

Baca juga: BAZNAS Dorong Kebangkitan Pelaku UMKM Penyandang Disabilitas Lewat Program Kita Jaga Usaha

Namun menjelang Idulfitri pihaknya meningkatkan pengawasan.

"Karena menjelang hari raya, baik Idulfitri maupun Natal, banyak sekali produk makanan yang beredar di pasaran. Sehingga kami melakukan intensifikasi pangan untuk memastikan produk pangan di DIY aman dan bermutu," katanya, Sabtu (23/04/2022).

Selama bulan Ramadan, pihaknya telah melakukan intensifikasi pangan di 99 sarana di seluruh DIY.

Hasilnya 25 sarana tidak memenuhi syarat, dan 74 lainnya memenuhi syarat. 

Dari pengecekan yang dia lakukan, beberapa sarana tidak memenuhi syarat karena kemasan rusak dan sudah kadaluarsa.

Baca juga: Sebanyak 1 Juta Wisatawan Diprediksi Kunjungi Sleman Selama Libur Lebaran 

"Karena kemasan rusak dan kadaluarsa sehingga tidak memenuhi syarat. Kemarin langsung dimusnahkan. Kami menggandeng pihak lain, lintas sektor untuk melakukan pengawasan," terangnya. 

Selain toko dan pasar tradisional, pihaknya juga memanfaatkan mobil laboratorium BPOM untuk memeriksa kandungan obat berbahaya di pasar sore Ramadan

Ada tujuh pasar sore Ramadan yang diperiksa. Dari 110 sampel yang diambil, hasilnya tidak ada kandungan bahan berbahaya. 

"Ini harus kita apresiasi, karena masyarakat sudah sadar akan keamanan pangan. Dari sampel yang kita ambil semua memenuhi syarat, tidak ada kandungan berbahaya," imbuhnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved