Viral Medsos

VIRAL Kereta Api Lewat Teras Rumah Warga di Yogya, Netizen: Wah! Gak Bisa Buat Tenda Kalau Hajatan

Beberapa waktu lalu, media sosial digemparkan oleh unggahan video warganet yang memperlihatkan kereta api lewat di depan rumah

Tayang:
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
Tangkapan Layar TikTok
VIRAL Kereta Api Lewat Teras Rumah Warga di Yogyakarta, Netizen: Wah! Gak Bisa Buat Tenda Kalau Hajatan 

TRIBUNJOGJA.COM - Beberapa waktu lalu, media sosial digemparkan oleh unggahan video warganet yang memperlihatkan kereta api lewat di depan rumah.

Dalam unggahan tersebut terlihat sebuah kereta melintas di tengah rel yang sangat berdekatan dengan rumah warga.

Tak berselang lama, terlihat sebuah sepeda motor melintas lalu berhenti menunggu kereta tersebut berlalu.

Jarak kereta api begitu dekat dengan pagar rumah warga, mungkin hanya beberapa meter saja.

Tentu, orang yang melihat agak bergidik ngeri. Meski begitu, kecepatan kereta yang melintas tidak tingkat hinggi dan terkesan landai.

Melihat video itu, banyak netizen merespons. Ada yang mempertanyakan keamanannya, perizinannya hingga bagaimana jika ada anak kecil lewat.

“Ini keretanya udah jinak ya,” tanya akun warganet.

“Halaman rumah, gimana kalau ada anak kecil,” tulis yang lain.

“Gue kira editan ternyata beneran, nggak salah apa ya pembangunannya, nyebrang rel kereta aja ngeri. Ini perumahan, gimana ceritanya,” tanya netizen.

“Kalau ada hajatan, gak bisa di depan rumah,” tambah yang lain.

“Tinggal nebeng pulang ke rumah make ini oye joss,” beber yang lain.

Ternyata, rel kereta api tersebut berada di Jalan Mutiara, Pengok, Baciro, Kota Yogyakarta.

Rel ini berada di permukiman yang berdekatan dengan kompleks Balai Yasa yang merupakan tempat perbaikan lokomotif kereta api.

Humas PT KAI Daerah Operasi 6 DIY Supriyanto mengatakan kereta api yang melintas seperti yang tampak di video viral merupakan hal biasa karena di lokasi tersebut berada di emplasemen atau kompleks tempat banyak rel kereta sekaligus untuk bongkar muat sarana dan perbaikan.

“Itu berada di emplasemen (kompleks yang terdiri dari banyak jalur rel kereta api untuk menyimpan, menyortir, atau membongkar muat sarana kereta api dan lokomotif). Balai Yasa atau bengkel, jadi sejak zaman Belanda seperti itu,” katanya beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved