Berita Bantul Hari Ini
Tradisi Takjil Bubur Sayur Masjid Kauman Bantul Sudah Kembali Normal
Bubur ini merupakan takjil yang sudah menjadi tradisi turun temurun di masjid yang dikenal dengan Masjid Kauman Bantul tersebut.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Maksudnya agama Islam berlaku bagi semua kalangan, baik tua muda, kaya miskin, pejabat atau orang biasa.
"Bubur itu sendiri teksturnya halus, lembut, seperti dalam menyampaikan ajaran Islam kita harus lemah lembut, tidak dengan kekerasan sehingga mudah dicerna, mudah dipahami sama halnya takjil dengan bubur ini yang cocok dengan yang berpuasa, enak diperut mudah dicerna tidak menimbulkan sakit perut," urainya.
Baca juga: Baznas Kota Yogyakarta Berikan Sedekah Takjil dan Sahur Kepada 500 Marbot Masjid
Adapun selama ini bubur selalu dipadukan dengan sayur lodeh untuk menu buka puasa.
Pun demikian, pihaknya juga menyediakan lauk pelengkap lainnya, tergantung dari sedekah yang diberikan oleh masyarakat sekitar.
"Kita hanya menyajikan bubur dengan sayur lodeh, tempe dan kelengkapannya. Untuk lauk yang lain-lain menyesuaikan dengan orang yang sedekah. Ada yang membantu telur ya kita tambahkan, ada yang membantu mi lethek ya kita olah, kita tambahkan," tambahnya.
Terkait aktivitas ibadah selama Ramadan tahun ini, dirinya menjelaskan bahwa saat ini kegiatan di Masjid Sabillurosya'ad sudah kembali normal.
"Saf sudah kita rapatkan lagi dan tetap mempertahankan prokes, misal cuci tangan dan wajib masker. Kegiatan yang dulu-dulu dihentikan, kita pulihkan lagi, ada kuliah subuh, pengajian malam dan sebagainya," tutupnya.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tradisi-Takjil-Bubur-Sayur-Masjid-Kauman-Bantul-Sudah-Kembali-Normal.jpg)