Berita Pendidikan Hari Ini

Marak Aksi Kekerasan antar Pelajar, Pendidikan Karakter bagi Siswa Perlu Diintensifkan Lagi

Penerapan kembali pendidikan karakter secara lebih intensif diperlukan seiring maraknya aksi kekerasan yang melibatkan sejumlah pelajar di Kulon Progo

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
ist
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Penerapan kembali pendidikan karakter secara lebih intensif diperlukan seiring maraknya aksi kekerasan yang melibatkan sejumlah pelajar di Kabupaten Kulon Progo

Terkini, ada delapan pelajar dari berbagai sekolah di kabupaten tersebut yang terlibat rencana aksi perang sarung di wilayah Milir, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, Selasa (5/3/2022) dini hari. 

Kepala Disdikpora Kulon Progo , Arif Prastowo mengatakan penguatan pendidikan karakter ditingkatkan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kenakalan pelajar.

Apabila tidak bisa dikendalikan, dikhawatirkan bisa berujung ke tindakan pidana. 

Baca juga: Penjelasan Kapolres Kulonprogo Soal Tawuran Perang Sarung yang Melibatkan Pelajar

"Disdikpora berkoordinasi dengan jajaran di satuan pendidikan (satpen) agar kejadian ini mendapatkan perhatian yang lebih. Kami akan melakukan tindakan-tindakan agar kejadian serupa tidak terjadi di sekolah lain," kata Arif saat ditemui, Selasa (5/3/2022). 

Dengan adanya kejadian yang dapat meresahkan masyarakat ini, Disdikpora Kulon Progo akan mengundang seluruh kepala sekolah secepatnya. 

Selain di tingkat SD dan SMP, pencegahan aksi kekerasan juga dilakukan di tingkat SMA sederajat di bawah naungan Balai Dikmen. 

Kepala Balai Dikmen Kulon Progo , Rudy Prakanto menambahkan Balai Dikmen dan Disdikpora pernah menyelesaikan polemik perseteruan antar sekolah bersama Polres setempat. 

Baca juga: Tawuran Antar Dua Kelompok Remaja Menjelang Sahur Pecah di Pandak Bantul

Sehingga kejahatan jalanan yang dilakukan anak di bawah umur bisa diantisipasi. 

Bahkan upaya pencegahan yang dilakukan oleh Balai Dikmen dengan membuat WhatsApp grup antar Waka Kesiswaan di setiap sekolah baik SMA dan SMK. 

Apabila ada hal-hal yang bersifat darurat bisa dikomunikasikan dengan kepolisian setempat. 

"Kami juga ada WA grup antar pengamanan dalam hal ini satpam di setiap sekolah. Jika ada pergerakan siswa yang mencurigakan dan kondisi rawan bisa saling berkoordinasi," ucapnya. ( Tribunjogja.com ) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved