Mahasiswa Teknik UNY Buat Alat Pendeteksi Jarak Raspberry Pi
Adanya kondisi tersebut memicu mahasiswa Fakultas Teknik UNY merancang alat peringatan pelanggaran physical distancing berbasis Raspberry Pi
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pandemi Covid-19 yang sedang melanda membuat manusia menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya guna menghindari kontak fisik secara langsung.
Seperti yang kita ketahui metode penularan Covid-19 kebanyakan berasal dari droplet atau tetesan yang keluar saat batuk, bersin, bahkan saat bernafas dan berbicara.
Adanya kondisi tersebut memicu mahasiswa Fakultas Teknik UNY merancang alat peringatan pelanggaran physical distancing berbasis Raspberry Pi sebagai upaya preventif penyebaran Covid-19.
Mereka adalah Irwan Ardiansyah, Hilal Fahrul Hamam, Burhan Dwi Ardiansyah, Dira Tri Puspita dan Nancy Febriani Taek.
Baca juga: Menang Hadiah Utama, Pria Asal Pekalongan Bawa Pulang Mercedes Benz GLA 200 Dari Telkomsel
Menurut Irwan Ardiansyah alat ini dirancang untuk dapat mendeteksi jarak antar orang yang ada dalam jangkauan deteksi melalui Raspberry Pi Camera.
“Pembacaan gambar dari kamera tersebut diproses di Raspberry Pi 3 Model B+ dengan mengukur jarak antar orang yang dideteksi, apabila jaraknya kurang dari 1 meter maka akan keluar peringatan berupa suara,” katanya.
Alat ini dapat menghitung jumlah orang yang ada di sebuah ruangan dan juga dalam jangkauan deteksi, apabila jumlah orang dalam ruangan tersebut melebihi kapasitas yang sudah ditentukan sebelumnya pada alat maka akan keluar peringatan berupa suara.
Hilal Fahrul Hamam menambahkan alat yang akan dipasang di fasilitas umum seperti lobi atau ruang kelas, akan mendeteksi pelanggaran Physical Distancing yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam suatu ruangan.
Dengan adanya alat peringatan Physical Distancing diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat dalam melakukan protokol kesehatan guna mengendalikan penyebaran infeksi Covid-19.
Burhan Dwi Ardiansyah memaparkan pembuatan alat dimulai dari proses pencetakan desain kotak alat yang dilakukan oleh penyedia jasa cetak cutting acrylic.
Selanjutnya dapat dilakukan perakitan kotak alat menggunakan mur dan baut ke setiap sudut kotak
alat, serta pemasangan komponen utama.
“Pada bagian elektronik dilakukan pembuatan shield PCB untuk penghubung antar komponen elektronik seperti ke 4 buah LED indicator sebagai indikasi dari fungsi alat, Touch Display, fan Raspberry Pi dan kamera,” ungkap
Burhan.
Dalam proses tersebut juga dilakukan instalasi kabel dan penyusunan algoritma dilakukan secara bertahap untuk pendeteksian oleh Camera Raspberry Pi.
Program ditulis langsung pada Raspberry Pi 3 Model B+ dan menggunakan bahasa pemograman Python serta Library Open-Cv dan Numpy, dimana wajah yang berhasil terdeteksi diindikasikan dengan kotak biru. Program juga berhasil melakukan pendeteksian terhadap orang dimana orang yang terdeteksi akan diindikasikan dalam kotak berwarna hijau disertai keterangan ‘Person’.
Dira Tri Puspita menjelaskan, cara kerja alat ini adalah kamera mendeteksi adanya orang atau manusia dalam jangkauannya, maka LED indikator 2 akan hidup dan posisi orang tersebut juga terlihat pada layar dan diindikasikan dalam kotak hijau dengan keterangan ‘Person’.