Drama Korea
Alasan Drama Korea Masa Kini Hanya 12 Episode, Termasuk “A Business Proposal”
Akhir-akhir ini drama Korea banyak yang hanya berjumlah 12 episode, padahal biasanya terdiri dari 16 episode. Kira-kira apa alasannya?
Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Drama hit “A Business Proposal” dikabarkan hanya akan terdiri dari 12 episode saja. Padahal, biasanya drama Korea terdiri dari 16 episode, ada juga yang 24 episode.
Dirangkum Tribunjogja.com dari laman Allkpop pada Sabtu (26/3/2022), ternyata ada alasan mengapa drama Korea masa kini banyak yang hanya terdiri dari 12 episode.
Sebut saja drama “Navillera”, “Youth in May”, “Inspector Koo”, “Happiness”, “The Veil”, “Bad and Crazy”, atau “Through the Darkness”.
Drama tersebut juga terdiri dari 12 episode, sama seperti “A Business Proposal”.
Untuk diketahui, sebenarnya pihak yang memulai tren series berjumlah episode sedikit adalah platform streaming Netflix .

Baca juga: Deretan Film Indonesia Terbaru yang Tayang di Netflix, Siap Menemani Akhir Pekanmu
Series di Netflix biasanya hanya terdiri dari 8 sampai 10 episode saja. Contohnya seperti series “Stranger Things”, “13 Reasons Why”, atau “Sex Education”.
Karena jumlah episode terbatas, tim produksi series pun meningkatkan kecepatan pengembangan cerita. Jika diperhatikan, alur cerita series atau drama yang berjumlah episode sedikit menjadi sangat cepat.
Hal itu dilakukan untuk menarik perhatian penonton. Sebab, dengan mempercepat pengembangan cerita, penonton tidak akan mudah bosan.
Melihat kesuksesan Netflix dalam memikat penonton, stasiun televisi pun mulai mengikuti tren dengan menyingkat durasi drama.
Baca juga: SINOPSIS Drama Korea Soundtrack #1 Episode 1: Awal Lee Eun Soo dan Han Sun Woo Tinggal Bersama

Tak heran, drama Korea masa kini banyak yang dipersingkat menjadi 12 episode saja. Bahkan, ada juga drama Korea yang berjumlah episode lebih sedikit.
Selain itu, drama Korea juga ada yang hanya ditayangkan seminggu sekali. Padahal, biasanya drama Korea ditayangkan dua kali dalam seminggu.
Ternyata kebijakan penayangan sekali seminggu tersebut dibuat dengan mempertimbangkan banyak hal, termasuk perilaku konsumen (penonton) yang mulai berubah.
Dewasa ini, tidak banyak penonton yang bisa duduk di depan televisi (TV) untuk menonton drama Korea secara langsung tepat pada jam tayangnya.
Baca juga: Gaji Shin Ha Ri di Drama A Business Proposal Rp 41,2 Juta per Bulan Bikin Netizen Debat

Alih-alih menonton siaran tepat waktu, penonton cenderung menyaksikan drama lewat platform streaming seperti Netflix.
Umumnya, penonton akan menikmati tayangan favorit mereka dalam perjalanan pulang usai bekerja, atau saat bersantai usai bekerja.