Status Gunung Merapi Masih Tetap di Level 3 atau Siaga, Begini Penjelasan BPPTKG
"Yang jelas untuk kondisi Merapi sekarang masih tinggi namun belum ada perubahan yang signifikan jadi memang masih ada indikasi adanya suplai
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Status Gunung Merapi masih berada di level III atau siaga.
Hal ini karena aktivitas vulkanik gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DIY itu tergolong masih tinggi.
"Yang jelas untuk kondisi Merapi sekarang masih tinggi namun belum ada perubahan yang signifikan jadi memang masih ada indikasi adanya suplai dari magma itu masih ada tapi itu tidak signifikan," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) Hanik Humaida ditemui di kantornya, Jumat (25/3/2022).
Baca juga: Kurun Waktu 4 Tahun, Kasus Malaria di Kulon Progo Masih Naik Turun
Kondisi suplai magma yang terus dinamis itu menurutnya perlu dipantau untuk saat ini.
"Itu yang terus kami pantau, kenapa juga sampai sekarang aktivitas itu masih tinggi dan kita belum menurunkan status," lanjut Hanik.
Potensi bahaya di Gunung Merapi berupa guguran lava dan awan panas masih pada sektor selatan barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Sementara untuk sektor tenggara juga masih sama seperti sebelumnya yaitu meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.
"Jadi tadi saya sampaikan tidak landai ini masih ada suplai di permukaan itu, ada tapi jumlahnya relatif kecil. Tapi kita tetap waspadai. Sehingga makanya guguran juga masih ada," katanya.
Baca juga: Ratusan Perajin Tempe dan Tahu di Magelang Tuntut Turunnya Harga Kedelai dan Minyak Goreng
Hanik mengatakan awan panas guguran yang terjadi di Gunung Merapi masih dominan ke arah barat daya dibanding arah tenggara.
"Ke barat daya. Dominasi arah aktivitas di barat daya," pungkasnya. (hda)