Berita Kulon Progo Hari Ini
Kurun Waktu 4 Tahun, Kasus Malaria di Kulon Progo Masih Naik Turun
Temuan terhadap paparan penyakit malaria yang menginfeksi masyarakat di Kabupaten Kulon Progo terjadi secara fluktuasi dalam kurun waktu 4 tahun.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Temuan terhadap paparan penyakit malaria yang menginfeksi masyarakat di Kabupaten Kulon Progo terjadi secara fluktuasi dalam kurun waktu 4 tahun.
Meski sejak 2021, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menargetkan wilayahnya bebas dari malaria.
Kendati masih ada paparan, belum ada pasien malaria yang meninggal dunia.
Baca juga: Ratusan Perajin Tempe dan Tahu di Magelang Tuntut Turunnya Harga Kedelai dan Minyak Goreng
Untuk itu, masyarakat setempat diminta tetap waspada.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Rina Nuryati mencatat kasus malaria pada 2019 ada 18 kasus.
Kemudian pada 2020 ada 7 kasus dan 2021 ada 16 kasus.
"Untuk tahun ini, sejak Januari ditemukan ada 6 kasus. Rata-rata dijumpai di dataran tinggi, di antaranya Kokap dan Samigaluh masing-masing dua kasus. Kemudian Pengasih dan Girimulyo masing-masing satu kasus," kata Rina, Jumat (25/3/2022).
Dinkes setempat memperkuat antisipasi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk tersebut.
Dengan cara mengerahkan juru malaria desa (JMD).
Baca juga: VIRAL Video Pak Ribut Guru SD Lumajang Bahas Gay dan Lesbian di Depan Muridnya
"Jadi selain antisipasi oleh masyarakat, JMD juga bertugas mendeteksi dini melalui surveilans migrasi terhadap warga yang berasal dari wilayah endemi dan pengambilan sampel darah manusia," ucapnya.
Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengimbau masyarakatnya untuk meningkatkan kewaspadaannya. Terlebih saat musim penghujan.
"Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Diharapkan tenaga kesehatan (nakes) juga aktif memeriksa dan melakukan sosialisasi," pintanya. (scp)