Berita Sleman Hari Ini

Ramadan Tahun Ini, Pemkab Sleman Aktifkan Lagi Tarawih Keliling 

Pemkab Sleman tengah menyusun kegiatan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan 2022.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemkab Sleman tengah menyusun kegiatan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan 2022.

Satu di antara kegiatan yang dipastikan kembali dijalankan adalah tarawih keliling (tarling) setelah sempat terhenti dua tahun.

Kegiatan tersebut, sudah masuk pembahasan dalam rapat pimpinan dan saat ini dalam tahap penyusunan jadwal. 

"Tarawih keliling tahun ini dipastikan ada. Jadwalnya, sekarang masih proses karena harus disebarkan," kata Kabag Protokol dan Pimpinan Setda Sleman , Shavitri Nurmala Dewi, Jumat (25/3/2022). 

Baca juga: Sleman Kaji Kegiatan Tarawih Keliling Diadakan Lagi Saat Ramadan

Menurutnya, tarling akan dilaksanakan oleh Bupati Sleman , Kustini Sri Purnomo selama bulan Ramadan tahun ini.

Pertimbangannya, karena kasus Covid-19 dinilai sudah melandai.

Cakupan vaksinasi tinggi dan sudah ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang pelaksanaan ibadah di masa pandemi.

Di mana, pelaksanaan salat jamaah dilaksanakan dengan kembali ke hukum asal yaitu marapatkan dan meluruskan saf sebagai keutamaan dan kesempurnaan berjamaah.

Artinya, salat tarawih di masjid pada Ramadan tahun ini sudah diperbolehkan. 

Shavitri yang juga Jubir penanganan Covid-19 di Kabupaten Sleman ini mengungkapkan, selain tarawih keliling, pasar sore Ramadan juga tidak dilarang.

Asalkan, tetap menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan.

Ia meminta masyarakat tetap waspada, meskipun Sleman pekan ini sudah turun ke PPKM level 3. 

"Kita selalu menekankan prokes tidak ditinggalkan. Kami tidak ingin seperti kemarin, saat Omicron merebak naik lagi. Makanya, kesadaran masyarakat untuk prokes harus tinggi. Kuncinya itu," kata dia. 

Baca juga: Kasus Covid-19 Melandai, Pemkab Sleman Godok Kegiatan Tarawih Keliling di Bulan Ramadan 

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Sleman, Suryono meminta tarawih keliling yang akan kembali diselenggarakan tahun ini harus dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, artinya, jangan abai dengan masker.

Satuan tugas Covid-19 di tingkat Kapanewon dan Kalurahan kembali digiatkan untuk melakukan pemantauan. 

"Kami mendorong, artinya boleh dilakukan. Tapi dengan prokes ketat," kata Suryono.

Hal itu juga berlaku untuk kegiatan pasar sore Ramadan.

Wakil Ketua Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Golkar Sleman ini mengatakan, pasar sore di bulan Ramadan akan sangat membantu bagi pemulihan ekonomi di masyarakat.

Ia justru akan menyayangkan jika kegiatan tersebut dilarang. 

"Kalau ditunda-tunda terus kasihan masyarakat. Ini kan biar ekonomi bisa mlaku lagi. Kalau tidak boleh, malah kasihan. Yang penting prokes," kata dia.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved