Berita Kulon Progo Hari Ini

Angka Stunting di Kulon Progo 2021 Capai 14,9 Persen, Menyamai Target Nasional 2024

Pencapaian ini yang kemudian membawa Kulon Progo mendapatkan penghargaan terkait penanganan stunting dari BKKBN pusat.

Tayang:
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
internet
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Angka stunting di Kabupaten Kulon Progo mencapai 14,9 persen dari hasil studi status gizi indonesia (SSGI) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada 2021.

Bahkan persentase itu telah mencapai target penurunan stunting nasional pada 2024 mendatang. 

Pencapaian ini yang kemudian membawa Kulon Progo mendapatkan penghargaan terkait penanganan stunting dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat. 

Baca juga: Angka Stunting di Kulon Progo Turun Jadi 10,35 Persen pada 2021, Perlu Sinergitas OPD dan Masyarakat

Bupati Kulon Progo , Sutedjo mengatakan capaian 14,9 persen angka stunting ini sudah dicapai Kulon Progo lebih cepat 2 tahun dari target nasional 2024 mendatang.

"Kami berharap capaian ini bukan membuat takabur melainkan mendorong melanjutkan program penurunan stunting sebaik-baiknya," ungkap Sutedjo, Selasa (22/3/2022). 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Sri Budi Utami mengatakan keberhasilan penurunan stunting di wilayahnya dilakukan antar lintas sektor.

Seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas PMD Dalduk KB), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Pertanian dan Pangan (DPP). 

"Karena penanganan stunting bukan hanya masalah kesehatan. Namun ada tambahan regulasi yang mengawal stunting dari BKKBN," kata Sri Budi. 

Sebab ada faktor lain yang menyebabkan kekerdilan pada anak, di samping pemberian asupan gizi yang salah.

Baca juga: Turunkan Angka Stunting, Kemensos Latih SDM Kesos Melalui Diklat Penanganan dan Pencegahan Stunting

Misalnya kemiskinan, merokok, kesehatan dan pemberian air susu ibu (ASI) yang tidak eksklusif.

Di Kulon Progo , stunting pada anak masih ditemui di Kapanewon Samigaluh, Kokap dan sebagian Temon. 

Kadinkes mengklaim angka stunting di angka 14,9 persen juga terendah se-DI.Yogyakarta.

Namun angka stunting di Kulon Progo lebih kecil dari hasil pemantauan status gizi (PSG) oleh kader secara mandiri. Persentasenya di angka 10,35 persen. 

"Kita targetkan angka stunting di Kulon Progo bisa turun lagi. Karena dari perhitungan kita mandiri sudah di angka 10,35 persen," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved