BRI Liga 1 2021

PSS Sleman Terpuruk, Dewan Penasihat: Apa Fungsi Tim Teknis?

Tim teknis beranggotakan Yeyen Tumena, Azan Karim, Demis, dan Dimas Didot sejak awal tidak ingin ada intervensi dari dalam hal pemilihan pemain.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Sigit Widya
Dok PSS Sleman
Bek tengah PSS Sleman, Asyraq Gufron, tertunduk lesu pascakekalahan kontra Persipura Jayapura di Kompyang Sujana, Minggu (20/3/2022) malam. Ia disemangati oleh striker asing Persipura, Yevhen Bokhashvili. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Eks Manajer PSS Sleman yang sekarang menjadi Dewan Penasihat, Sismantoro, kecewa dengan situasi klub. Ia menyebut, rentetan hasil buruk PSS Sleman menjadi tanggung jawab tim teknis.

Menurut Sismantoro, sejak awal manajemen PSS Sleman sudah melakukan segala upaya untuk memenuhi semua keinginan tim teknis. Akan tetapi, hasil yang diraih oleh PSS Sleman di BRI Liga 1 2021 sangat di luar ekspektasi.

“Saya katakan, semua menjadi tanggung jawab tim teknis, terutama tim konsultan PSS Sleman. Situasi ini sangat tidak menyenangkan bagi masyarakat Kabupaten Sleman, pencinta PSS Sleman,” tegasnya, Senin (21/3/2022).

Sismantoro menyatakan, tim teknis beranggotakan Yeyen Tumena, Azan Karim, Demis, dan Dimas Didot sejak awal tidak ingin ada intervensi dari dalam hal pemilihan pemain. Sebagai misal kasus pemain naturalisasi Guy Junior.

"Guy Junior harus dilepas karena tidak sesuai keinginan tim teknis. Semua pemain yang datang ke PSS Sleman pada putaran kedua BRI Liga 1 2021 adalah pilihan tim teknis tanpa intervensi dari manajemen," tambahnya.

Karenanya, Sismantoro meminta pertanggungjawaban Yeyen Tumena, Azan Karim, Demis, dan Dimas Didot atas pencapaian buruk PSS Sleman, yang berjuang terhindari dari degradasi hingga pekan ke-32 BRI Liga 1 2021.

Baca juga: Sejak Awal Targetkan Finish di Papan Atas, Kini PSS Sleman Berjuang Untuk Lolos dari Jerat Degradasi

Beberapa waktu lalu, Sismantoro diam-diam ke Bali untuk mengamati secara langsung PSS Sleman. Namun, ia melihat tim teknis sama sekali tidak mendampingi I Putu Gede dalam mencari solusi terkait performa PSS Sleman.

“Kala PSS Sleman melawan PSIS Semarang, saya lihat sendiri bagaimana tim konsultan teknis tidak berada di sana untuk mendampingi PSS Sleman, bahkan saat pertandingan berlangsung. Lalu apa fungsi mereka?" cetusnya.

Sismantoro menegaskan, persoalan yang dihadapi oleh Super Elang Jawa harus segara diurai. Sebab, PSS Sleman butuh kemenangan supaya musim depan tidak terdegradasi ke kasta kedua kompetisi sepak bola Tanah Air.

Bagus Nirwanto dkk cuma menyisakan dua pertandingan di BRI Liga 1 2021, yakni kontra Persela Lamongan, Kamis (24/3/2022), serta Persija Jakarta. PSS Sleman butuh minimal empat poin dari dua partai terakhir tersebut.

Saat ini, PSS Sleman menghuni posisi 14 klasemen sementara BRI Liga 1 2021 dengan 33 poin, di atas Barito Putera (32 poin), Persipura Jayapura (30 poin), Persela (21 poin), dan Persiraja Banda Aceh (13 poin) dari 32 laga.

PSS Sleman harus berebut tempat selamat di kasta tertinggi kompetisi sepak bola nasional dengan Barito dan Persipura. Sebab, Persela dan Persiraja sudah memastikan diri bakal bermain di Liga 2 musim depan.

Baca juga: Hitung-hitungan Peluang dan Persaingan PSS Sleman, Persipura dan Barito Putera Lolos dari Degradasi

Sekadar informasi, pada awal putaran kedua BRI Liga 1 2021, PSS Sleman mengemban misi sangat mulia, yakni mengembalikan jiwa serta semangat lambang candi di dada dalam melakukan rekrutmen pemain.

Direktur Utama PT PSS, Andywardhana Putra, menyebut, semangat PSS Sleman mengembalikan jiwa dan semangat lambang candi di dada diwujudkan dengan lebih mengandalkan pemain lapis dan berusia muda.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved