Berita Gunungkidul Hari Ini
Bupati Gunungkidul Meresmikan Batik Motif Wonosadi Misuwur Karya SMKN 1 Ngawen
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meresmikan batik motif Wonosadi Misuwur pada Rabu (16/03/2022). Adapun batik tersebut merupakan hasil
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Bupati Gunungkidul Sunaryanta meresmikan batik motif Wonosadi Misuwur pada Rabu (16/03/2022).
Adapun batik tersebut merupakan hasil karya pelajar dan guru di SMK Negeri 1 Ngawen .
Sunaryanta menilai kehadiran batik Wonosadi Misuwur akan semakin memperkaya keragaman motif batik asal Gunungkidul.
"Wonosadi Misuwur akan menambah koleksi motif batik asli Gunungkidul, sekaligus memperkaya karya seni khas Bumi Handayani," katanya lewat keterangan resminya, Rabu (16/3/2022) .
Baca juga: Harga Minyak Goreng Dipastikan Naik, Ini Besaran HET Terbaru Berdasarkan Aturan Pemerintah
Sunaryanta pun berharap batik Wonosadi Misuwur bisa diterima baik oleh masyarakat. Sebab nantinya akan bermanfaat secara ekonomi bagi mereka, khususnya pelaku usaha di bidang batik.
Itu sebabnya, ia berharap SMK Negeri 1 Ngawen bersama warga terus berinovasi mengembangkan batik Wonosadi Misuwur. Terutama agar ke depan semakin memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Secara tidak langsung nantinya akan bisa mengangkat kesejahteraan warga," ujar Sunaryanta.
Kepala SMK Negeri 1 Ngawen , Supiningsih menjelaskan Wonosadi Misuwur merupakan jenis batik tulis.
Prosesnya dilakukan secara tradisional, memanfaatkan malam atau lilin.
Adapun motifnya mengangkat kearifan lokal Ngawen.
Antara lain menggambarkan gunung yang terletak di Kalurahan Jurangjero serta adanya gambar pohon Asam Jawa sebagai simbol pengayoman.
"Ada juga motif yang menggambarkan petilasan Samber Nyowo yang berada di kawasan Gunung Gambar, Ngawen," jelas Supriningsih.
Baca juga: Fenomena Minyak Goreng Langka, Pakar UGM : Harga CPO Naik, Picu Penjualan Produk ke Luar Negeri
Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui bupati mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait batik Wonosadi Misuwur. Khususnya dijadikan sebagai pakaian resmi.
Menurutnya, SK diperlukan untuk memperkuat identitas batik Wonosadi Misuwur. Supriningsih pun mengungkapkan motif ini sudah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat.
"Pengakuan tersebut diberikan oleh Kementerian Hukum dan HAM pada 7 Agustus 2021 lalu," ungkapnya. (alx)