Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Pertama di Indonesia, Bupati Bantul Launching Deklarasi TPPS untuk Cegah Stunting

Kabupaten Bantul menjadi daerah pertama di Indonesia yang fokus terhadap deklarasi Tim Percepatan Penurunan Stunting.

Tayang:
Penulis: And | Editor: MGWR
Dok: Tribun Jogja / Pemkab Bantul
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam Launching Deklarasi Tim Penurunan Percepatan Stunting (TPPS) pertama di Indonesia 

TRIBUNJOGJA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melaksanakan deklarasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) pertama di Indonesia.

Acara yang dilaksanakan di Lapangan Paseban itu merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul dalam upaya penanggulangan stunting.

Kabupaten Bantul menjadi daerah pertama yang fokus dalam penanganan stunting sekaligus menjadi daerah pertama yang melaksanakan deklarasi TPPS.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih optimistis dengan adanya TTPS itu akan menghasilkan generasi muda Bantul yang dapat menjadi generasi emas.

Baca juga: PPKM Level 4, Bupati Bantul Tegaskan Kegiatan Ekonomi Tetap Berjalan

“Diharapkan  generasi muda Bantul dapat menjadi generasi emas, tidak stunting, sehat, cerdas, dan memiliki daya saing yang tinggi,” kata Abdul Halim, dikutip dari keterangan persnya, Jumat (11/03/2022).  

Menurutnya, upaya penanganan stunting di Kabupaten perlu menguatkan tiga pilar utama, yakni kader masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA), dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

“ Harapannya tiga pilar ini dapat bersinergi dan berkolaborasi,” harap Abdul Halim.  

Pertama di Indonesia, Bupati Bantul Launching Deklarasi TPPS untuk Cegah Stunting
Launching Deklarasi Tim Percepatan Penurunan Stunting pertama di Indonesia

Selain Bupati Abdul Halim, acara tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Hasto Wardoyo dan Wakil Bupati (Wabup) Bantul.

Dalam kesempatannya, Hasto Wardoyo menjelaskan TPPS menjadi garda terdepan yang memegang peranan penting dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Bantul.

“Stunting harus dicegah. Hal itu dapat berpengaruh bagi seseorang yang kecenderungan memiliki tubuh yang pendek, kemampuan intelektual yang rendah, serta risiko penyakit, di antaranya kardiovaskular dan kencing manis,” jelas Hasto.

Baca juga: Bupati Bantul Berharap Pemuda-pemudi PPI Jadi Pelopor Pemersatu Bangsa

Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa stunting harus dicegah. Sebab, pengobatan stunting tidaklah mudah, terutama bagi bayi sampai usia 2 tahun.

“Untuk itu, bagi yang mau menikah harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Dipastikan dalam kondisi yang sehat diantaranya HB minimal 11,5 sentimeter (cm) dan lingkar lengan minimal 23,5 cm. Kalau kurang dari itu dapat berisiko stunting,” ujar Hasto.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved