Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Komunitas Kretek dan UGM Bedah Buku Nicotine War, Menguak Strategi Dagang Perusahaan Farmasi
Komunitas Kretek yang bersinergi dengan UGM menggulirkan bedah buku Nicotine War, karya Wanda Hamilton, di UC UGM , Jumat (4/3/2022).
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Komunitas Kretek yang bersinergi dengan Universitas Gadjah Mada ( UGM ) menggulirkan bedah buku Nicotine War, karya Wanda Hamilton, di UC UGM , Jumat (4/3/2022).
Tajuk 'Menguak Strategi Dagang Perusahaan Farmasi' pun diusung dalam kegiatan tersebut.
Sosiolog UGM, AB Widyanta, yang hadir sebagai satu di antara narasumber, mengatakan, Nicotine War bukan sebatas buku perang, melainkan politik pengetahuan.
Buku ini, katanya, mengungkap dengan gamblang bagaimana jejak politik dagang farmasi dalam perputaran bisnis nikotin.
Baca juga: Hari Anti Tembakau Dunia, Sejumlah Tokoh Suarakan Keprihatinan Soal Masa Depan Kretek di Tanah Air
Menurutnya, Nicotiana Tobacum telah menjadi semacam arena pertarungan kuasa, yang bakal mengkonsolidasikan berbagai strategi yang kompleks melalui perlengkapan, manuver, teknik, sampai mekanisme tertentu.
"Ada relasi kuasa pengetahuan dalam hal ini. Pertarungan politik yang keras. Kita wajib menjaga agar kebenaran tidak dikorbankan, menjaga kedaulatan bangsa, serta negara, termasuk kedaulatan hukum," ucap Widyanta.
Senada dengannya, Koordinator Nasional Komunitas Kretek (2010-2016), Abhisam Demosa, menyampaikan, berdasakan pengamatannya, perusahaan farmasi ingin merebut, serta mematenkan nikotin, tapi gagal.
Sehingga, mereka merealisaikan Nicotine Replacement Therapy.
"Karena nikotin itu alami, dan tidak bisa dipatenkan. Jadi, mereka membuat senyawa mirip nikotin," tandasnya.
Menurut Abhisam, kretek sejak dulu telah digerogoti oleh pihak asing.
Padahal, kretek merupakan kedaulatan bangsa Indonesia.
Baca juga: Sepanjang 2021, Cuma 40 Persen Buruh Rokok di Yogya yang Tersentuh BLT Bagi Hasil Cukai
Sebab, lanjutnya, 90 persen produksinya berasal dari dalam negeri dan diproduksi oleh masyarakat negeri sendiri.
Akar kebudayaannya pun sangat kuat.
Sementara arsiparis muda, Muhidin M Dahlan, yang juga didapuk sebagai pembicara mengkategorikan Nicotine War sebagai buku perang.
Semula, cetusnya, merokok adalah aktivitas yang normal.
Tapi, rokok kini mendapat label pembinasa manusia, penyebab kemiskinan, hingga memperluas angka pengangguran di dunia.
"Kampanye perang terhadap rokok berdampak serius terhadap regulasi dan penyempitan ruang Industri Hasil Tembakau. Terbukti kan, bagaimana peraturan-peraturan yang eksesif, yang diterbitkan oleh pemangku kebijakan, sarat kepentingan," pungkas Muhidin. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Komunitas-Kretek-dan-UGM-Bedah-Buku-Nicotine-War-Menguak-Strategi-Dagang-Perusahaan-Farmasi.jpg)