Penyelidikan Kasus Kematian Tangmo Nida : Manajer Dituding Telah Berdusta

Manajer bernama Idsarin "Gatick'' Juthasuksawat, dituding telah memutarbalikan fakta mengenai penyebab kematian Tangmo Nida.

Tayang:
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
The Bangkok Post
Kerabat melakukan doa di tepi Sungai Chao Phraya tempat meninggalnya aktris Tangmo Nida 

Tim penyelamat menemukan tubuh aktris itu di dekat dermaga di Nonthaburi pada 26 Februari, atau dua hari setelah dilaporkan hilang.

Polisi mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah menanyai delapan saksi lagi dalam penyelidikan kematiannya.

Polisi belum mengetahui dengan tepat mengapa dia jatuh dari kapal, kata Letjen Pol Jirapat Phumjit, komisaris Polda Daerah 1.

Hanya dua orang di speedboat yang telah dijadikan tersangka sejauh ini, tambahnya.

Lima pendamping Tangmo adalah manajernya Idsarin, Wisapat Manomairat, Nitas Kiratisoothisathorn, pemilik perahu Tanupat; dan Phaiboon "Robert" Trikanjananun.

Tanupat dan Phaiboon telah didakwa mengoperasikan kapal tanpa izin dan kelalaian yang menyebabkan kematian.

Menurut penyelidikan awal, Phaiboon sedang mengoperasikan speedboat ketika Tangmo jatuh ke laut, kata Letnan Jenderal Pol Jirapat.

Polisi sediliki percakapan telepon

Bukti baru muncul saat Technology Crime Suppression Division (TCSD) menelusuri telepon Tanupat dan menemukan bahwa dia telah mengakui kepada salah satu dari beberapa orang yang dia konsultasikan melalui telepon bahwa Phaiboon sedang mengemudikan speedboat ketika Nida jatuh. Demikian sebagaimana informasi dari sumber di Kepolisian Daerah 1 mengatakan pada hari Rabu.

Karena kurangnya pengalaman dalam manuver perahu, Phaiboon dilaporkan kehilangan kendali.

Akibatnya Tangmo Nida yang berada di belakang perahu limbung hendak jatuh. Ia kemudian memegang tangan Wisapat karena takut dia akan jatuh ke sungai, kata sumber tersebut.

Polisi akan memanggil kelimanya untuk menghadapi tuduhan kelalaian yang menyebabkan kematian dan memberikan pernyataan palsu kepada penyelidik.

Sumber lain yang merupakan anggota tim Polda 1 yang menyelidiki kasus Nida mengatakan, Nitas telah memberikan pernyataan yang bertentangan tentang bagaimana kapal itu dioperasikan malam itu.

Dia adalah satu-satunya saksi yang memberi tahu penyidik ​​bahwa perahu tiba-tiba tersentak sehingga menyebabkan Nida jatuh ke sungai.

Sementara Phaiboon adalah satu-satunya yang gagal menghadiri rekonstruksi polisi insiden Kamis malam, menggunakan speedboat dari model yang sama. Ia mengaku menderita tekanan darah tinggi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved