Feature
Mencicipi Manis Legitnya Bakpia Racikan Warga Binaan Lapas Kelas IIA Yogyakarta
Stigma negatif terhadap narapidana setelah menjalani proses hukum tetap melekat di sebagian masyarakat.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Stigma negatif terhadap narapidana setelah menjalani proses hukum tetap melekat di sebagian masyarakat. Namun, para warga binaan pemasyarakat (WBP) di Lapas Kelas II A Yogyakarta justru dilatih kemandirian untuk memproduksi bakpia.
Dinding tebal yang menjulang tinggi di Lapas Kelas II A Yogyakarta kini tak lagi memberi kesan muram. Jeruji besi juga tak lagi soal pesakitan dan penantian yang panjang bagi para warga binaan, setelah pimpinan lapas mempersilakan media memasuki ruang kerja pembuatan bakpia.
Dapur bakpia itu berada di samping lapangan area lapas, atau tepatnya berada di bagian selatan. Saat akan memasuki dapur itu, tampak jelas spanduk berukuran sekitar satu meter bertuliskan "Bengkel Kerja Lapas Kelas IIA Yogyakarta” terpampang di samping pintu masuk.
Di dalam ruangan itu ada beberapa bilik yang digunakan untuk memproduksi beberapa barang, termasuk pembuatan bakpia yang diberi nama Bakpia Mbah Wiro 378.
Sisi kanan ruangan digunakan untuk memproduksi aneka jenis boks kado yang kekinian. Sedangkan di sisi kiri ruangan, sebagian digunakan untuk roduksi bakpia, sebagian lagi dijadikan tempat kerja bidang lainnya.
Kebetulan Selasa (22/2/2022) pagi sejumlah warga binaan cukup banyak yang sedang bekerja di beraktivitas di bengkel tersebut.
Ada yang sibuk menyiapkan boks kado siap jual. Ada pula para warga binaan di sana sedang menyetrika beberapa kain.
Di sisi kiri, di ruang seluas kira-kira 4x5 meter persegi, empat pria mengenakan kaus biru bertuliskan Warga Binaan Pemasyarakatan sibuk mengolah adonan bakpia.
Layaknya seorang profesional, para warga binaan tersebut betul-betul fokus dan cekatan kala mencampur adonan bakpia dengan kacang hijau yang sudah dihaluskan.
Aroma kacang hijau sangat kuat. Apalagi menyaksikan bakpia yang baru diangkat dari alat pemanggang membikin lidah tak sabar ingin mencicipinya.
Saat saya diperkenankan untuk menjajal bakpia tersebut, rasa manis, legit, serta gurih terasa kuat di mulut.
"Dulu sempat belajar membuat bakpia pas di luar. Tapi diperdalam lagi di sini," ucap warga binaan bernama Dwi Wiranto.
Dia berjanji, ilmu membuat bakpia di dalam lapas akan digunakan sebagai modal mengawali hidup kembali setelah sempat melakukan tindak kriminal pencurian dengan kekerasan (curas) tahun lalu.
"Ke depan semoga dari sini dapat ilmu bisa buat modal di luar nanti pas keluar," jelasnya.
Tanpa sungkan, Dwi menjelaska proses pembuatan bakpia Mbah Wiro 378 secara singkat.