Berita Bantul Hari Ini

Petani Cabai Lahan Pasir di Bantul Memulai Masa Panen Off Season

cabai rawit yang ditanam saat off season di lahan pasir Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul mulai membuahkan hasil.

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Petani cabai lahan pasir tengah memanen cabai 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - cabai rawit yang ditanam saat off season di lahan pasir Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul mulai membuahkan hasil.

Para petani sudah memulai masa panen cabai rawit jenis original yang ukuran lebih besar dibandingkan jenis cabai rawit lainnya.

Di lahan Pasir ini ada sekitar satu hektar tanaman cabai rawit jenis original yang kini telah berusia hampir empat bulan dan siap panen.

Baca juga: Libur Panjang Isra Miraj , Okupansi Hotel di Yogyakarta Tidak Meningkat Signifikan 

Yuni, salah satu pengurus Forum Komunikasi 'Ngrembaka Nir Sambikala' mengatakan bahwa kali ini tidak ada panen raya, lantaran tidak semua petani menanam cabai saat off season.

"Ya hanya tanaman cabai rawit milik kita saja yang kini panen cabai rawit. Ini tanaman uji coba tanam cabai off season," ujarnya, Senin (28/2/2022).
 
Sementara para petani cabai lahan Pasir sejauh ini sudah tiga hingga empat kali panen.

Dalam panen sebelumnya, rata-rata perolehan panen cabai sekitar 25 kilogram hingga 30 kilogram, namun demikian harganya cukup menjanjikan.

Yuni menjelaskan, dari panen pertama harga, petani bisa menjual cabai sekitar Rp 30 ribu per kilogram dan panen kedua tepatnya satu pekan yang lalu harganya sudah tembus Rp 44 ribu per kilogram.

"Panen ketiga hari ini saya kurang tahu harganya berapa, namun pasti diatas Rp 50 ribu per kilogramnya karena informasi dari pedagang harga cabai rawit di pasaran sudah diatas Rp 50 ribu per kilogramnya," imbuhnya.

Meski hasil panen cabai rawit lahan pasir terbilang cukup bagus namun hal itu terbalik dengan tanaman cabai rawit di lahan persawahan biasa yang saat ini sedang diserang hama pathek dan lalat buah yang menyebabkan buah cabai membusuk sebelum siap dipetik.

"Kalau yang lahan sawah biasanya banyak buah cabai yang membusuk bahkan banyak tanaman yang layu kemudian mati,"terangnya.

Sementara itu, Bendahara Forum Komunikasi Petani 'Ngrembaka Nir Sambikala' Abdul Mukid mengatakan hasil panen cabai jenis original mencapai 2 kwintal dengan harga mulai Rp 30 ribu hingga paling mahal Rp 44 ribu per kilogramnya pada pekan kemarin.

Baca juga: Libur Panjang, Jumlah Kunjungan di Candi Borobudur Alami Peningkatan

"Itu totalan panen cabai off season dari lahan Pasir dan lahan sawah biasa. Yang lahan Pasir yang hasilnya cukup lumayan," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengakui bahwa tantangan menanam di luar musim sangat tinggi, dari biaya hingga hasil panen yang tidak bisa diprediksi.

"Makanya ketika harga cabai di pasar jatuh pasti kita merugi," tandasnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved