Mengenal SWIFT, yang Menjadi Senjata Dunia untuk Menekan Rusia

Dunia mengancam Rusia untuk mengeluarkannya dari sistem pembayaran internasional SWIFT. Ini terjadi menyusul keputusan Rusia untuk menginvasi Ukraina

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
rappler
Sistem pembayaran internasional SWIFT 

Tribunjogja.com - Invasi Rusia ke Ukraina telah memicu seruan diberlakukannya sanksi berupa pemutusan Rusia dari sistem utama pembayaran global. Mengeluarkan Rusia dari jaringan Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) dapat melumpuhkan kemampuan Rusia untuk berdagang dengan sebagian besar dunia dan memberikan pukulan berat bagi ekonominya.

Tetapi pada hari Kamis, Amerika Serikat dan Uni Eropa memilih untuk tidak memutuskan hubungan Rusia dari sistem pembayaran internasional SWIFT. Namun mereka tetap membuka opsi untuk melakukan peninjauan pemberian sanksi tersebut.

Jadi apa itu SWIFT dan apa fungsinya?

SWIFT adalah jaringan keuangan yang digunakan oleh bank untuk mengirim atau transfer uang dan transaksi lainnya.

Lebih dari 11.000 lembaga keuangan di hampir 200 negara menggunakan SWIFT. Sehingga ini menjadikannya sebagai tulang punggung sistem transfer keuangan internasional.

Baca juga: Dikepung Sanksi dari Berbagai Negara, Akankah Perekonomian Rusia Ambruk?

Siapa pemilik SWIFT?

SWIFT adalah perusahaan koperasi di bawah hukum Belgia.

Di situs webnya, dikatakan bahwa SWIFT dimiliki dan dikendalikan oleh pemegang sahamnya [lembaga keuangan] yang mewakili sekitar 3.500 perusahaan dari seluruh dunia.

Sistem ini diawasi oleh bank sentral G10, serta Bank Sentral Eropa, dengan pengawas utamanya adalah Bank Nasional Belgia.

Apa hubungan antara SWIFT dan Rusia?

Menurut Asosiasi SWIFT Nasional Rusia, Rusia memiliki pengguna terbanyak kedua setelah AS, dengan sekitar 300 lembaga keuangan Rusia tergabung dalam sistem tersebut.

Lebih dari separuh lembaga keuangan Rusia adalah anggota SWIFT.

Alicia García Herrero, kepala ekonom untuk Asia Pasifik di Natixis di Hong Kong, mengatakan bahwa larangan Rusia dari SWIFT akan menjadi pukulan serius bagi negara itu.

“[Ini masalah besar] karena tidak ada pembayaran utang atau pembiayaan perdagangan yang dapat dilakukan. Ini lebih besar daripada menghentikan impor gas UE dari Rusia,” kata García Herrero kepada Al Jazeera.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved