Cerita Pagi Pilu Warga Semanu Gunungkidul, Saksi Lihat Sekelebatan Kobaran Api
Berita bencana gunungkidul. Angin kencang terjang rumah warga semanu gunung kidul jogjakarta
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Iwan Al Khasni
Jarum jam belum lama beranjak dari angka tujuh, Selasa (22/2/2022) pagi. Samijem, warga Pedukuhan Sambirejo, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, memulai hari seperti biasa. Dia masih sibuk berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Namun, pagi itu benar-benar berbeda dari pagi sebelumnya.
DI SELA mengolah berbagai bahan masakan, dia tiba-tiba mendengar suara kayu patah dari arah luar rumah.
Hanya berselang detik saja, disusul suara deru angin kencang yang datang menghantam lingkungan rumahnya.
Nyaris berbarengan disusul hujan deras turun membasahi desa.
"Suaranya (angin) seperti kapal terbang (pesawat), kencang sekali," ujar Samijem.
Sekelebat, dia melihat ada sambaran kobaran api, entah dari mana asalnya.
Lalu, dia merasa angin kencang itu seakan hendak masuk ke rumahnya.
Kala itu, kebetulan banyak warga berada di luar rumah untuk bersiap menjalani aktivitas sehari-hari.
Samijem pun lintang pukang menyelamatkan diri bersama anggota keluarga lainnya.
Namun, pemandangan memilukan terhampar di depan mata. Tiga rumah milik keluarganya porak-poranda diempas angin kencang. Bahkan satu rumah rata dengan tanah.
“Untung ndak ada yang luka. Tadi keluar (rumah) pas ada angin kencang,” tuturnya.
Dia kini hanya bisa pasrah melihat apa yang sudah terjadi.
Angin kencang dalam hitungan menit menerbangkan genting, merusak atap, menyerakkan seluruh isi rumah, hingga merobohkan bangunan.
Samijem berharap ada bantuan dari pemerintah untuk perbaikan segala kerusakan itu.
Untuk sementara, dia dan keluarga mengungsi di kediaman Ketua RW wilayahnya.
Suhadi, Lurah Pacarejo pun kaget dengan terjangan angin kencang tersebut. Padahal, pagi itu ia baru saja memulai hari dengan menikmati segelas minuman hangat.