Otomotif Gaspol 52

Modifikasi Performa Vespa PTS 90, Si Kecil Cabe Rawit yang Powernya Menggigit

Kecil-kecil cabe rawit, tampaknya sebutan ini cocok untuk menggambarkan Vespa PTS 90 tahun 1979, milik Ichlazul Amal. Bagaimana tidak?

Tayang:
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
Pemilik Bengkel Vespa Tawon Lanang Scooterace (TLS), Andinnahar Zain Basroni berfoto dengan PTS 90 garapannya di bengkelnya yang terletak di Jalan Sukun Raya No.94, Jaranan, Banguntapan, Bantul. 

"Namun saya menaksir, biaya yang dikeluarkan lebih-kurang Rp 100 juta," imbuhnya. 

Lebih lanjut Bento menepis anggapan bahwa TLS merupakan bengkel vespa racing alias balap, meski tak memungkiri adu kecepatan merupakan kegemarannya.

Baca juga: Prodi-prodi di UNY yang Paling Diminati pada SNMPTN 2021

"TLS banyak disebut sebagai bengkel racing, walaupun sebenarnya saya tidak mau disebut demikian. Walaupun memang hobi kami sejak dulu ialah balap, bisa mem-bengkel pun bermula dari kegemaran terhadap balap. Alhamdulillah TLS di dunia balap Vespa pun sudah banyak melahirkan prestasi," ujar Bento.

"Kami di sini (TLS) melayani service, restorasi engine, restorasi body, serta tune up harian maupun touring," jelas dia.

Tips Beli Vespa Klasik untuk Pemula

Apabila dulu Vespa lawas diidentikkan dengan kendaraan orang tua, saat ini motor tersebut mulai banyak diminati kawula muda. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli sebuah Vespa lawas.

"Bagi teman-teman pemula yang ingin main Vespa, tips pertama kalau menurut saya ialah perhatikan betul bagian body. Bagian body harus bagus, dalam artian tidak banyak yang keropos," kata Bento.

Dijelaskan Bento, untuk standar restorasi body Vespa lawas paling tidak untuk cat saja minimal Rp 3,5 juta hingga Rp 7 juta. Belum lagi printilan atau aksesoris lainnya.

"Kalau untuk bangun mesin saja paling tidak cukup Rp 3,5 juta sudah enak. Sebab itu, saya selalu sarankan ke teman-teman untuk mencari Vespa dalam kondisi body yang bagus, apalagi proses membetulkan body itu lama. Lain halnya dengan memperbaiki mesin," pungkas Bento. (TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved