Otomotif Gaspol 52

Modifikasi Performa Vespa PTS 90, Si Kecil Cabe Rawit yang Powernya Menggigit

Kecil-kecil cabe rawit, tampaknya sebutan ini cocok untuk menggambarkan Vespa PTS 90 tahun 1979, milik Ichlazul Amal. Bagaimana tidak?

TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
Pemilik Bengkel Vespa Tawon Lanang Scooterace (TLS), Andinnahar Zain Basroni berfoto dengan PTS 90 garapannya di bengkelnya yang terletak di Jalan Sukun Raya No.94, Jaranan, Banguntapan, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kecil-kecil cabe rawit, tampaknya sebutan ini cocok untuk menggambarkan Vespa PTS 90 tahun 1979, milik Ichlazul Amal.

Bagaimana tidak? kendati memiliki bodi atau dimensi yang mungil, Vespa PTS 90 berkelir merah ini dibekali power yang "menggigit".

Maka jangan heran, sebab kocek yang harus dirogoh untuk mewujudkan Skuter ini pun tak sedikit.

Tak tanggung-tanggung, Ichlazul Amal merogoh kocek sekira 100 juta untuk memodifikasi performa Vespa PTS 90 miliknya.

Mempercayakan penggarapan Vespa PTS 90-nya pada Bengkel Vespa Tawon Lanang Scooterace (TLS), skuter klasik asal Italia ini mendapatkan modifikasi di sektor mesin, bukan hanya untuk meningkatkan performa akan tetapi juga nyaman digunakan untuk harian.

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 di DI Yogyakarta Hari Ini Sabtu 19 Februari 2022 Nyaris Sentuh 2.000 Kasus

"Vespa PTS 90 ini saya dapatkan pada tahun 2016, dalam kondisi siap pakai meski beberapa part-nya sudah diganti. Dalam rentang waktu tersebut saya mengumpulkan uang, dan baru pada awal tahun 2021 masuk bengkel TLS untuk dimodifikasi," ujar Ichlazul Amal kepada Tribun Jogja.

Pemilik Bengkel Vespa TLS, Andinnahar Zain Basroni atau yang akrab disapa Bento menjelaskan, untuk pengecatan bodi PTS 90 ini pihaknya hanya memberikan rekomendasi bengkel cat kepada pihak customer.

Adapun perombakan di sektor mesin, di antaranya ialah memasang blok head, serta piston satu set menggunakan suku cadang Parmakit Red Devil 144 cc, menggantikan mesin bawaan berkubikasi 90 cc.

"Untuk kruk as masih standar. Cuma kami menggunakan suku cadang Mazzucchelli full circle, kemudian untuk pengapian kami menggunakan Malossi. Untuk kopling kami pakai MMW, sebab harus menjaga power-nya, agar RPM-nya rata dan tidak slip dari mesin awalnya yang berkubikasi 90 cc ke 140 cc," jelas pemilik Bengkel Vespa yang terletak di Jalan Sukun Raya No.94, Jaranan, Banguntapan, Bantul ini.

Di samping itu, rasio gigi Vespa PTS ini pun turut diubah. Dari yang semula hanya 3 speed atau percepatan, menjadi 4 speed. Kemudian untuk karburator menggunakan PWK 30.

Ditambahkan Bento, ketika dilakukan dyno test guna mengukur besaran tenaga mesin secara detail dan real time, Vespa PTS yang sudah di upgrade dapur pacunya ini mampu menembus 33 HorsePower (HP).

Modifikasi yang dilakukan bukan hanya mencakup sektor mesin, melainkan juga di beberapa bagian di antaranya speedometer menggunakan Sip Scooter Germany,  handpad dan gas spontan Tommaselli, headlamp dan stoplamp Bosatta Racer Italy.

Bergeser ke sektor kaki-kaki, TLS menyematkan shock depan-belakang BGM, Anti-Dive menggunakan Crimaz Italy.

Sedangkan untuk velg depan-belakang menggunakan BGM, dibalut ban Mitas MC-35 S-RACER, yang memiliki fitur pola tapak semi licin yang cocok untuk balapan di permukaan kering. Ini memastikan cengkeraman yang sangat baik pada sudut miring, serta kinerja pengereman dan akselerasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved